PLATO

sumber foto: google

 

Negara Ideal menganut sistem prinsip mementingkan kebajikan. Plato menilai Negara yang mengabaikan prinsip kebajikan jauh dari Negara yang didambakan manusia, Negara yang yang ideal adalah Negara yang penuh kebajikan. Mereka yang berhak menjadi penguasa adalah mereka yang meengerti sepenuhnya prinsip kebajikan. Munculnya Negara adalah karena adanya hubungan timbal-balik dan rasa saling membutuhkan antar sesama.(Republics)

 

Plato (bahasa Yunani: Πλάτων). Plato lahir di Athena pada sekitar 428 SM atau 427 SM, dan meninggal di tanah kelahirannya pula Athena, pada sekitar 347 SM, saat meninggal  Plato berumur sekitar 80 tahun. Plato merupakan satu dari tiga tokoh filsafat Yunani yang paling berpengaruh di dunia hingga saat ini,  gurunya Sokrates dan muridnya Aristoteles. Awalnya, Plato memiliki nama Aristokles. Sedangkan nama Plato  sendiri merupakan julukan yang ia terima dari pelatih senamnya, Kata Plato sendiri dalam bahasa Yunani berarti lebarnya, dan nama Plato ia terima karena dahi dan bahuya yang amat lebar. Akhirnya nama Plato digunakannya dalam setiap karya yang ia hasilkan. Plato lahir dari dalam keluarga Aristokrat yang terpandang di masa itu, yakni keluarga yang turun-temurun memegang peran politik penting dalam ranah politik Athena. Ayah Plato, Ariston merupakan seorang yang dikatakan adalah keturunan raja Athena, Codrus dan raja Messenia, Melantus. Sementara itu ibu Plato bernama PerictionePerictione berasal dari keluarga terpandang dan terpelajar, kebanyakan keluarganya adalah penegak hukum dan sastrawan. Plato memiliki 3 saudara kandung, yakni 2 orang saudara lelaki bernama Adeimantus dan Glaucon serta seorang saudari bernama Potone. Tidak ada keterangan pasti apakah saudara-saudara kandung tersebut lebih tua atau lebih muda dari Plato. Plato dididik oleh Ayah ke-duanya Pyrilampes, Pyrilampes ialah paman Plato yang dinikahi ibu-nya setelah Ariston meninggal saat plato masih kecil. Paman yang menjadi ayah tiri Plato itu adalah seorang duta Yunani untuk Persia, dan tokoh yang disegani di Athena. Pyrilampes pernah menikah dan memiliki seorang anak lelaki yang tampan bernama Demus. Setelah menikah dengan Pyrilampes, ibunya kembali mengandung dan melahirkan seorang anak lelaki bernama Antiphon.

Sejak Plato berumur 20 tahun Plato mulai mengikuti pelajaran filsafat dari Sokrates, karena pelajaran ini yang akhirnya mampu memberi kepuasan baginya. Sehingga jadilah Plato salah seorang murid dari Socrates. Plato mengembara selama 12 tahun lamanya dari tahun 399 SM. Mulai dari Megara (Yunani), lalu ke Kyreni (Afrika Utara), Mesir, hingga ke Sisilia. Pengembaraan yang ia lakukan adalah untuk mencari kebijaksanaan sesuai apa yang diajarkan oleh gurunya, Sokrates. Kembali dari pengembaraannya, Plato mendirikan Akademia, ialah sekolah yang dapat menjadi tempat bagi orang-orang yang hendak mempelajari ilmu seperti etika, matematika, ataupun logika. Akademia dikatakan sebagai sekolah tingkat tinggi pertama yang ada di dunia barat.

Plato mengemukakan adanya analogi antara jiwa dan negara. Unsur yang di jumpai pada jiwa, dijumpai pula pada negara. Pada jiwa terdapat unsur keinginan, seperti lapar, dahaga, dan cinta. Adapula unsur logos (akal) yang dengannya manusia dapat belajar mengetahui sesuatu, dan karena mengetahui itu maka manusia mencintainya pula. Di antara kedua unsur itu dijumpai unsur semangat, yang menyangkut soal kehormatan. Unsur ini memberikan inspirasi manusia untuk bertempur, tetapi bukan didorong oleh rasa berontak terhadap ketidakadilan, dan rasa tunduk pada keadilan. Dalam jiwa, unsur ini berada diantara kedua unsur yang lain disertai kecenderungan untuk berpihak pada akal. Selaras dengan adanya ketiga unsur di dalam jiwa itu, maka dalam negarapun, terdapat tiga jenis kelas dengan fungsi masing-masing. Tiga jenis kelas tersebut adalah kelas Penguasa (yang mengetahui segala sesuatu), kelas pejuang atau Pembantu Penguasa (yang penuh semangat), dan kelas Pekerja(yang lebih mengutamakan keinginan dan nafsu. Menurut Plato,Negara Ideal menganut system prinsip mementingkan kebajikan sehingga (Virtue).Plato menilai Negara yang mengabaikan prinsip kebajikan jauh dari Negara yang didambakan manusia,sangking pentingnya menurutnya Negara yang yang ideal adalah Negara yang penuh kebajikan.Mereka yang berhak menjadi penguasa adalah mereka yang mengerti sepenuhnya prinsip kebajikan. Ciri dari negara yang bijak itu adalah dipimpin oleh rezim aristokrat. Yang dimaksud aristokrat di sini bukannya aristokrat yang diukur dari takaran kualitas, yaitu pemerintah yang digerakkan oleh putera terbaik dan terbijak dalam negeri itu. Orang-orang ini mesti dipilih bukan lewat pungutan suara penduduk melainkan lewat proses keputusan bersama. Orang-orang yang sudah jadi anggota penguasa atau disebut “guardian” harus menambah orang-orang yang sederajat semata-mata atas dasar pertimbangan kualitas. Kebajikan menurut Plato adalah pengetahuan. Apapun yang dilakukan atas nama Negara harus dengan tujuan untuk mencapai kebajikan, atas dasar itulah kemudian Plato memandang perlunya kehidupan bernegara. Tidak ada cara lain menurut Plato untuk membanguan pengetahuan kecuali dengan lembaga-lembaga pendidikan,  inilah yang kemudian memotivasi Plato untuk mendirikan sekolah dan akademi pengetahuan. Negara ideal menurut Plato juga didasarkan pada prinsip-prinsip larangan atas kepemilikan pribadi, baik dalam bentuk uang atau harta, keluarga, anak dan istri inilah yang disebut nihilism. Dengan adanya hak atas kepemilikan menurut filsuf ini akan tercipta kecemburuan dan kesenjangan sosial yang menyebabkan semua orang untuk menumpuk kekayaannya, yang mengakibatkan kompetisi yang tidak sehat. Anak yang baru lahir tidak boleh diasuh oleh ibu yang melahirkan tapi itu dipelihara oleh Negara, sehinga seorang anak tidak tahu ibu dan bapaknya, diharapkan akan menjadi manusia yang unggul, yang tidak terikat oleh ikatan keluarga dan hanya memiliki loyalitas mati terhadap negara.

Pemikiran Plato yang menjadi dasar banyak pemikiran pada dewasa ini, pemikirannya tentang kepemilikan bersama merupakan dasar dari teori Komunisme pada sekarang ini.Selain itu seperti yang telah disebutkan diatas Pemikiran Plato tentang pentingnya lembaga pendidikan membawa lompatan besar dalam peradaban manusia karena perkembangan ilmu pangetahuan terus dapat ditingkatkan.

 

Penulis,

 

MFH.

Author: himapol

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2018 H I M A P O L | Design by ThemesDNA.com
top