DEMOKRASI, KEBEBASAN APA?

Sumber Gambar : Google.com

 

Demokrasi memang dirancang untuk menampung seluruh keluh kesah setiap orang yang berbeda-beda. Indonesia sangat cocok memilih demokrasi untuk mengakomadasi pluralitas aspirasi yang majemuk guna membangun dan mengisi kemerdekaan. Tak mengherankan ada yang beranggapan bahwa demokrasi itu tak pernah tenang dan selalu ribut. Indonesia sepanjang sejarahnya telah menerapkan beberapa macam demokrasi. Demokrasi Indonesia saat ini menganut sistem demokrasi berdasarkan Pancasila. Demokrasi Pancasila ini masih dalam taraf perkembangan dan mengenai sifat-sifat dan ciri-cirinya terdapat berbagai tafsiran serta pandangan. Tetapi yang tidak dapat disangkal adalah bahwa beberapa nilai pokok dari demokrasi konstitusionil cukup jelas tersirat di dalam UUD 1945. Diluar dari sistem demokrasi yang diterapkan diIndonesia dalamkonstitusinya,menurut saya demokrasi adalah bagaiaman setiaporang bebas mengeluarkan pendapat tetapi tetap menghargai pendapat orang lain. Dari pandangan demokrasi diatas, penulis beranggapan demokrasi haruslah bisa menjangkau semua elemen dan semuanya harus paham akan demokrasi yang sesungguhnya.

Dalam bernegara demokrasi haruslah diterapkan sebaik-baiknya guna menciptakan kehidupan yang lebih baik kepada masyarakatnya. Para pejabat negara wajib mendengarkan aspirasi dari rakyatnya. Pendengaran aspirasi rakyat ini harus menjalankan aspirasi yang menurutnya baik bagi semua kalangan. Indonesia menganut demokrasi Pancasila. Demokrasi yang lahir dari sejarah yang panjang. Di Indonesia pergerakan yang bersifat nasionalis pada dasarnya mencita-citakan negara demokrasi yang berwatakan anti-kolonialisme guna menciptakan masyarakat yang berkeadilan sosial. Demokrasi juga adalah kebebasan manusia untuk berserikat dan berkumpul dalam menyampaikan aspirasi, tetepi harus sesuai dengan norma yang berlaku dan memetuhi aturan. Misalnya unjuk rasa awalnya harus mengajukan surat izin keramain akan mengadakan unjuk rasa, unjuk rasa harus berjalan dengan tertib dan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Dalam menilai demokrasi suatu negara bisa dilihat salah satunya dari pelaksanaan pemilihan umumnya seperti halnya di Indonesia. Ia mencerminkan tingkat dan kadar demokrasi di suatu negara, seberapa demokratis sistem pemerintahannya dan seberapa mendalam kesadaran suatu bangsa atas hak-hak demokrasi.Tanpa proses pemilu yang sebenarnya, negara akan dicap tidak demokratis atau otoriter meski menyandang atribut ”demokrasi” dalam namanya (seperti Republik Demokrasi Rakyat Korea). Pemilu bukan semata-mata alat untuk merebut kekuasaan, tetapi sarana demokrasi guna mencapai kesepakatan tentang siapa yang berhak menduduki tampuk kekuasaan. Itu berarti keikhlasan untuk memberi dukungan bersama kepada presiden terpilih selama jangka waktu lima tahun ke depan, tidak hanya dari pendukung yang memilih si pemenang, tetapi juga dari seluruh unsur bangsa (termasuk mereka yang tidak memilihnya).

Kebebasan dalam demokrasi yang sekarang sudah melenceng jauh dari demokrasi Pancasila yang menjadi pedoman hidup bangsa Indonesia yang dicita-citakan. Rakyat seperti tidak mempunyai pemimpin yang harus didengar dan dijadikan panutan karena kekuatan rakyat yang besar menjadi mayoritas bagi penentu kebijakan pemerintahan ini. Dalam hal ini penulis mengatakan bahwa demokrasi hari ini di Indonesia sudah kebablasan. Sehingga kekuatan rakyat yang besar ini di dominasi oleh rakyat bayaran,rakyat yang suka terima uang sogokan dari para politisi busuk dan korup, dan juga rakyat yang tingkat intelektualitasnya rendah serta sangat mudah dipengaruhi oleh para pemimpin massa yang tergabung dalam organisasi massa yang suka pamer baik dari segi kekuatan maupun keangkeran. Hal yang seperti ini yang membuat melenceng dari nilai-nilai demokrasi sesungguhnya. Kebebasan yang diberikan haruslah tetap pada aturan yang diberikan sebab ketika kebebasan dibiarkan sebebas-bebasnya maka toleransi serta saling menghargai akan hilang tergerus ego individu yang mempunyai banyak kepentingan. Demokrasi Indonesia sangat jelas arahnya, Demokrasi yang berlandaskan Pancasila bercita-cita melahirkan kehidupan masyarakat yang berkeadilan sosial tertuang dalam tiap-tiap butir Pancasila. Sebagai warga negara Indonesia harus paham dan mengamalkan isi dari Pancasila tersebut guna terwujudnya masyarakat yang makmur, adil dan sejahtera.

 

Penulis,

 

MFH.

Author: himapol

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2018 H I M A P O L | Design by ThemesDNA.com
top