Apa Kabar Cleaning Service (Kampus Merah) Hari Ini ?

sumber gambar: google.

 

Universitas Hasanuddin adalah salah satu universitas favorit di Indonesia dan juga salah satu perguruan tinggi penyumbang banyak prestasi baik tingkat nasional ataupun internasional. Perguruan tinggi yang dijuluki ‘kampus merah’ ini dikenal dengan lingkungan kampusnya yang asri dan sejuk karena berada di hutan kota. Kebersihan di lingkungan Universitas Hasanuddin pun menjadi salah satu perhatian khusus.

Terletak di hutan kota Makassar, tidak lantas membuat Universitas Hasanuddin terlihat seperti hutan yang tidak terawat, melainkan sebaliknya. Lingkungan sekitar kampus ini terjaga kebersihannya. Lingkungan Universitas Hasanuddin yang bersih, asri dan indah dipandang  seringkali dijadikan sebagai tempat jogging atau hanya sekedar tempat melepas penat dari hiruk pikuk kota Makassar. Kenyamanan yang dapat dinikmati oleh berbagai kalangan ini tidak terlepas dari kerja keras para pekerja kebersihan atau yang akrab disebut cleaning service.

Menjadi pekerja dalam menjaga kebersihan tidak lantas membuat kehidupan para cleaning service (disingkat CS) baik-baik saja. Terdapat berbagai masalah yang mereka alami, mulai dari upah atau gaji yang diterima oleh para pekerja yang tidak sesuai dengan standar UMP (Upah Minimun Pekerja) provinsi yang telah ditetapkan. Selain itu, menyangkut jaminan kesehatan yang tidak jelas, waktu kerja serta keamanan dan kenyamanan para pekerja.

Dibeberkan oleh beberapa pekerja CS ketika diwawancarai bahwa mereka tidak diberikan upah atau gaji yang sesuai dalam aturan yang dikeluarkan oleh Gubernur Sulawesi Selatan nomor 2628/X/tahun 2017 tentang Penetapan Upah Minimum Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2018 yang ditetapkan sebesar Rp. 2.647.767. Banyaknya upah yang diterima setiap pekerja bervariasi dan tidak terdapat satupun dari mereka yang menerima sesuai dengan standar UMP Provinsi Sulawesi Selatan. Selain itu,  mengenai jaminan kesehatan yang ‘katanya’ dibayar dengan memotong upah para pekerja sehingga jumlah upah yang diterima tidak sesuai dengan UMP justru tidak dapat digunakan oleh para pekerja. Oleh karena itu muncul anggapan bahwa adanya kekeliruan yang dilakukan secara sengaja oleh pihak perusahaan penyedia jasa cleaning service untuk Universitas Hasanuddin. Ini mengindikasikan adanya potensi ‘permainan’ di dalam pemberian upah dan jaminan kesehatan para pekerja.

Jam kerja menurut UU No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan bab X pasal 77 ayat 2 pada poin a menyatakan bahwa 7 (tujuh) jam 1 (satu) hari dan 40 (empat puluh) jam 1 (satu) minggu untuk 6 (enam) hari kerja dalam 1 (satu) minggu; atau pada poin b 8 (delapan) jam 1 (satu) hari dan 40 (empat puluh) jam 1 (satu) minggu untuk 5 (lima) hari kerja dalam 1 (satu) minggu. mengenai waktu kerja dengan ketentuan 7 jam kerja perhari untuk 6 hari kerja dalam seminggu dan 8 jam kerja perhari untuk 5 hari kerja lam seminggu. Sedangkan yang dialami oleh para pekerja tidak sesuai dengan aturan tersebut. Mereka bekerja mulai dari pukul 07.00 Wita hingga pukul 16.00 Wita (selama 9 jam) perhari terhitung hari Senin hingga Jumat, bahkan ada pekerja yang bekerja hingga hari Sabtu.

Selain itu, kasus pelecahan seksual turut dialami oleh salah satu pekerja menunjukkan bahwa perlindungan dan keamanan untuk pekerja yang kurang mendapat perhatian. Adapun pandangan ini dengan alasan bahwa kejadian ini terjadi saat jam kerja masih berlangsung dan telah menjadi tanggung jawab dari pihak penyedia jasa dalam menjamin keamanan para pekerjanya.

Beberapa penjelasan di atas terkait gambaran persoalan-persoalan yang dialami oleh para pekerja (cleaning service) menimbulkan anggapan bahwa adanya ‘permainan’ yang dilakukan oleh beberapa aktor yang terlibat dalam proses tender, perekrutan pekerja bahkan pada saat proses kerja berlangsung. Sebab dalam melakukan proses pemenangan tender, pengelola proyek ini haruslah perusahaan besar dan memiliki sistem administrasi yang sesuai dengan aturan yang berlaku. Selain itu, dalam proses pelaksanaan sebaiknya dilakukan pengawasan terkait proses yang telah dilakukan sampai saat ini. Adapun banyaknya persoalaan yang terjadi dalam kasus ini menimbulkan prasangka bahwa proses pengawasan tidak berjalan sebagaimana mestinya. Dengan demikian, para pekerja dalam hal ini Cleaning Service Universitas Hasanuddin, memberikan tuntutan dalam aksinya dengan menyuarakan hal-hal sebagai berikut:

  1. Menyesuaikan upah/gaji yang diterima oleh para pekerja agar sesuai dengan aturan UMP yang berlaku.
  2. Kejelasan Jaminan Kesehatan para pekerja.
  3. Mengevaluasi dan menetapkan jam kerja sesuai dengan UU Ketenagakerjaan yang berlaku.
  4. Mengusut tuntas kasus pelecehan seksual yang dialami oleh pekerja.
  5. Melakukan evaluasi kerja sama oleh pihak Universitas Hasanuddin.
  6. Melakukan serta memperketat pengawasan dan proses klarifikasi mengenai pelanggaran aturan ketenagakerjaan oleh Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sulawesi Selatan

Semua penjelasan yang tertulis di atas sesuai dengan hasil kajian yang dilakukan di lapangan dengan memperhatikan aturan-aturan yang berlaku dan jelas dalam mengatur hak-hak yang seharusnya diperoleh para pekerja. Selain itu, turut memperhatikan prosedur yang seharusnya dijalankan oleh pihak penyedia jasa dalam memperkerjaan para pekerja.

Hingga analisis ini keluar, perkembangan dari isu ini masih terus kami kawal sembari terus berupaya mengumpulkan data. Telah menjadi perhatian penting bagi para mahasiswa untuk turut andil dalam memperhatikan lingkungan sekitar sebagai social control dalam masyarakat, sebagai mitra masyarakat dalam menyampaikan aspirasi dan keluh kesah guna mewujudkan kehidupan bermasyarakat yang adil di segala tingkat lapisan masyarakat.

 

Penulis,

 

MFH.

Author: himapol

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2018 H I M A P O L | Design by ThemesDNA.com
top