OPOSAN

Olah Psikis Otak Serta Aktualisasi Nilai
Kekeluargaan Dalam Satu Identitas

Olah Psikis Otak Serta Aktualisasi Nilai (OPOSAN) adalah pengkaderan tahap pertama dalam Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik (HIMAPOL). Adapun Koordinator Lapangan (KORLAP) pada saat oposan yaitu kak Nur Rif’an Rahmat. Disini kita mulai beradaptasi dengan lingkungan kampus dan mengubah pola pikir dari siswa ke mahasiswa, serta bagaimana cara kita berfikir lebih kritis lagi. Adapun tema oposan kali ini yaitu “Kekeluargaan Dalam Satu Identitas”. Rangkaian acara diantaranya adalah perkenalan dimana kita berkenalan dengan senior. kontrak oposan, yaitu kita membahas aturan yang harus ditaati selama oposan seperti baju yang harus dipakai serta waktu pengumpulan dan lain lain. pembagian kelompok itu kita dibagi menjadi beberapa kelompok selama oposan. lomba membuat mading yaitu setiap kelompok berlomba membuat mading tentang tokoh politik dan kelompok yang menang akan mendapatkan hadiah. Materi, disini kita diberikan materi oleh kakak senior diantaranya adalah materi kemahasiswaan yang dibawakan oleh kak A.Marwah Hermansyah serta materi kehimapolan yang dibawakan oleh ketua dan wakil ketua himpunan yaitu kak Nurfadillah Rianti Handayani dan kak Muh.Fichriyadi Hastira.Di pra oposan kita melakukan pemilihan ketua angkatan. Acara lainnya yaitu makan bersama yang dilakukan setiap hari. Ceremony oposan yang dilaksanakan di lapangan FISIP. Selanjutnya yaitu hari H oposan yang berlangsung di Benteng Somba Opu Gowa. Kita berangkat dari kampus menggunakan mobil pete-pete. Sesampainya disana kita langsung istirahat sebentar, setelah istirahat kita melanjutkan kegiatan lagi seperti materi yang dibawakan oleh kakak senior dan bedah film. Setelah bedah film kita ditanya-tanya oleh senior mengenai film yang telah ditonton meskipun dalam keadaan mengantuk.
Pada pagi hari kita ditanya-tanya lagi oleh senior tentang apa yang telah kita peroleh selama pra oposan. Pada saat itu saya tidak mengetahui banyak hal dan salah satu teman saya dan sayapun disuruh untuk membaca kembali buku saya dan mempelajari apa yang telah diajarkan oleh kakak senior. pada waktu sekitar jam lima subuh kami dibangunkan dan disuruh memakai scraft untuk menutupi mata dan kami disuruh berpegangan tangan dengan teman-teman yang lain. Setelah itu kita disuruh berjalan dengan mata tertutup sehingga seringkali kita tersandung. Saat itu kita dibagi menjadi beberapa kelompok dan kita ditanya-tanyai lagi oleh senior tapi kali ini caranya berbeda. Kita ditanya melalui pos-pos, ada pos satu, dua, dan seterusnya. Pada saat itu adalah hal yang paling saya tidak suka karna saya tidak suka saat mata saya ditutup menggunakan scraft karna itu membuat mata saya terasa sakit dan saya merasa pusing. Saat kita ditanya-tanya oleh senior seringkali dia membentak kita dengan kata kata yang kasar dan suara yang keras. Setelah pos-pos selesai mata scraft kita akhirnya dibuka dan tak terasa waktu sudah pagi. Setelah itu setiap kelompok disuruh berkumpul dan kita memperkenalkan diri satu persatu kepada senior yang hadir pada saat itu. Dan sesudah itu kita disuruh berbaris sesama cewek dan cowo sesama cowo lainnya. Saat itu kita disuruh memijat teman yang ada didepan kita masing-masing. Sehabis itu kita akhirnya disuruh sarapan pagi dan bersiap-siap untuk penutupan dan pulang. Adapun orang-orang penting yang hadir selama oposan yaitu Ibu Endang Sari dan kakak senior yg selalu hadir selama pra oposan dan kakak senior yang hadir pada hari H oposan.

– Kara

Olah Psikis Otak Serta Aktualisasi Nilai
Kekeluargaan Dalam Satu Identitas

Pengaderan himpuanan mahasiswa ilmu politik tahap 1 disebut oposan atau olah psikis otak serta aktualisasi nilai. Puncak kegiatan ini dilaksanakan di somba opu tanggal 28-29 oktober dengan tema kekeluargaan dalam satu identitas. Banyak cerita yang di dapatkan saat pra-oposan bahkan hal konyol pun ada. Ketua panitia oposan adalah kak wahyuddin angkatan 2015. Kami berangkat tepat jam 10 pagi denagn menggunakan mobil pete-pete dan tiba dilokasi sekitar siang hari. Sampai disana kami istirahat sejenak kemudian revew satu per satu oleh kak rifan, kak marwah dan kak dika. Pada kegiatan ini kami di revew tentang materi dan apa saja yang didapatkan pada saat pra oposan. Kegiatan ini berjalan dengan lancer. Setelah itu kami menungu dosen pendamping tahap 1 yaitu bu endang untuk membuka acara pengaderan.
Setelah kegiatan revew, kegiatan selanjutnya adalah pemberian materi. Pemateri pertama pada tahap ini adalah kak suhardi angkatan 2012. Ia membawakan materi kerangka berpikir ilmiah. Diskusi ini berjalan sebagimana mestinya. Setelah dua jam berlalu diamana batas waktu pemberian materi selesai, acara selanjutnya adalah adalah lari sore yang dipimpin oleh kak rifan. Tiba di rumah pengaderan kami pun makan bersama. Setelah makan , kami diarahkan istirahat sejenak sembari menunggu pemateri selanjutnya yaitu kak Muhammad al mukmin yang membawakan materi tentang kemahasiswaan. Diskusi ini pun berjalan sebagaimana mestinya. materi kedua ini berakhir tepat shalat magrib, dan kami diberi waktu untuk shalat magsib sekaligus shalat isya. Agenda selanjutnya adalah bedah film oleh kak gaus angkatan 2014. Film ini bermakna kepemimpinan yang militeristik. Durasi waktu pemutaran film adalah kuarng lebih dua jam. Setelah film selesai di putar, kak gaus kemudian meminta pendapat satu per satu anggota kaderisasi tahap oposan. Semuanya berjalan dengan lancer walaupun banyka yang merasa ngantuk karena waktu menunjukkan sudah tengah malam.
Setelah materi bedah film selesai, kami di anjurkan untuk mempersiapkan sesuatunya untuk kegiatan besok pagi seperti atribut papan nama, skrap, baju hitam, kaos kaki hitam putih, training hitam dan tas dari kantong kresek. Tahap ini kami hanya tidur dua jam, sekitar pukul 3 atau 4 pagi kami di bangunkan untuk mengikuti kegiatan selanjutnya yaitu post-postan. Di kegiatan ini kami dibagi dalam beberapa kelompok, satu kelompok terdiri dari 5-6 orang selang seling laki-laki perempuan. Selanjutnya, mata kami ditutup untuk menuju post-post senior himapol. Kurang lebih ada 4 pos yang saya kunjungi dan Semuanya berjalan ldengan lancar.
Pada post terkhir banyak sekali kekonyolan yang terjadi apalagi sasarannya adalah laki-laki, semuanya konyol dan seru. Setelah post terakhir selesai kami pun di arahkan untuk memungut sampah kemudian istirahat sembari menunggu makanan. Selesai makan, kami menunggu bu endang untuk menutup acara pengaderan tahap 1 yang di bingkai dengan acara ungkapan pesan dan kesan oleh semua anggota kaderisasi mahasiswa baru ilmu politik. Kami diberi motivasi oleh bu endang selaku dosen pendamping sekaligus alumni ilmu politik, dan juga ketua himpunan mahasiswa politik. Setelah acara penutupan berakhir, kami diarahkan untuk bersiap-siap berangkat ke kampus, kami berangkat sekitar jam 11 pagi dengan menggunakan mobil yang sama dan tiba sekitar jam 2 siang.

– Hartoni

Olah Psikis Dan Aktualisasi Nilai
Kekeluargaan Dalam Satu Identitas

Memasuki dunia kampus merupakan hal yang telah lama saya impikan, apalagi kampus tempat dimana saya diterima merupakan kampus ternama rasanya begitu wow, rasa senang tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata. Dunia kampus memang tidak bias dipisahkan dengan apa yang kita sebut dengan “organisasi”. Di kampuslah saya baru mengenal organisasi. Sejak SMA saya sama sekali tidak pernah mengikuti organisasi yang ada di sekolah. Oleh karena itu, saya berpikir untuk keluar dari zona nyaman dan memulai hal-hal baru yang belum pernah saya lakukan sebelumnya. Saya pernah membaca sebuah kutipan yang menyatakan bahwa “ jika kamu melakukan yang biasa saja, maka kamu juga akan mendapatkan yang biasa saja, cobalah untuk keluar dari zona nyaman kamu dan lakukan hal yang luar biasa maka kamu akan mendapatkan hal yang luar biasa pula”. Saya mulai kepikiran bahwa pasti akan ada yang saya dapatkan setelah bergabung dalam organisasi yang belum pernah saya dapatkan selama ini.
Minggu pertama berada di kampus, saya dan teman-teman di perkenalkan oleh kakak-kakak senior tentang organisasi yang berkaitan dengan jurusan kami yaitu HIMAPOL (himpunan mahasiswa politik). Sebagian besar teman-teman ingin ikut dalam organisasi ini dan saya pikir tidak ada salahnya saya juga ikut dalam organisasi ini. Hari demi hari, kami mulai mengikuti proses bersama-sama. Kami disuruh kumpul di suatu tempat dan melakukan sesi perkenalan dengan kakak senior. Sebagai mahasiswa baru tentunya ada rasa takut kepada senior, yang bisa dilakukan cuma diam dan menunduk dikala senior berbicara. Apalagi karakter setiap senior itu pasti beda-beda, ada yang galak, ada yang sinis, ada yang selalu menakut-nakuti, namun ada juga baik dan ramah.
Tahap pertama dalam proses pengkaderan ini adalah OPOSAN tentunya sebelum hari H pasti ada pra. Setiap hari senior menyuruh saya dan teman-teman lainnya kumpul, awalnya saya merasa jengkel karena pada saat berkumpul yang kita lakukan itu tidak jelas dan saya merasa itu buang-buang waktu saja, hal ini kami lakukan kurang lebih 1 minggu. Hari berikutnya kami dan senior melakukan suatu perjanjian yang dimana isi dari perjanjian tersebut adalah :
a. Memakai kemeja panjang, baik cowo maupun cewe
b. Memakai sepatu hitam
c. Memakai jilbab hitam
d. Memakai id card
e. Memakai rok hitam panjang bagi cewe dan celana hitam untuk cowo.
Apabila melanggar perjanjian ini maka akan mendapatkan sanksi dari senior. Seriap hari kami kumpul dan makan siang bersama. Hal ini bertujuan agar kami semua lebih meningkatkan rasa persaudaraan. Minggu berikutnya, ada pembawaan materi oleh senior dan kami mendengarkan dan mencatat hal-hal yang dianggap penting serta bertanya apabila ada yang belum di pahami. Kami dituntut untuk berani mengeluarkan pendapat dan selalu percaya diri untuk tampil di depan orang lain. Mendapat cemohan, ejekan, kena marah meskipun tidak bersalah, bekerja di bawah tekanan, mendapat hukuman dan lain lain hampir kami alami setiap hari yang kadang menimbulkan rasa jengkel, kesal dan emosi dari dalam diri kami namun tidak berani untuk mengungkapkannya. Saya sempat berfikir untuk berhenti saja dan mundur karena saya belum pernah mendapat perlakuan yang seperti itu, namun teman-teman yang lain tetap memberikan semangat dan ingin tetap berproses bersama-sama, akhirnya saya memutuskan untuk tetap lanjut.
Menjelang hari H yang akan diadakan di Somba Opu hari sabtu-minggu, kami semua menyiapkan hal-hal yang dibutuhkan seperti pakaian, makanan, perlengkapan sholat, papan nama dan lain sebagainya. Sebelum berangkat kami terlebih dahulu berkumpul bersama-sama di kampus dan sekitar jam 10;00 kami berangkat dan tiba di tempat tujuan sekitar jam 01;00. Tiba disana kami semua istirahat. Sekitar jam 03;30 kami evaluasi materi yang dilakukan oleh senior kak Dika, kak Marwah, dan kak Rifan. Setelah itu makan bersama dan di lanjutkan dengan pembawaan materi ole kak Adi dan kak Mu’min. Pada malam, hari setelah sholat maghrib dan makan bersama, kami semua berkumpul di ruang tamu untuk menonton film. Film tersebut berdurasi kurang lebih 2 jam dan kami harus menontonnya sampai akhir, siapapun yang kedapatan tidur akan di tegur oleh senior. Setelah filmnya selesai, ada sesi bedah film, kami secara ajak di tunjuk untuk menjelaskan apa yang kami ketahui setelah menonton film tersebut.
Jam 04;00 kami dibangunkan secara paksa dan mata kami ditutupi dengan kain hitam. Saat itu saya merasa sangat takut, entah apa yang akan senior lakukan kepada kami, suara-suara gertakan ada di mana-mana. Ternyata kami evaluasi tentang materi yang telah di bawakan oleh senior pada siang hari.
Setelah evaluasi selesai, kami semua membersihkan tempat tersebut lalu makan bersama. Ketegangan telah berlalu dan kami semua kembali merasa lega. Acara penutupan pun dilakukan dan dihadiri oleh kak Endang. Setelah itu kami semua pulang bersama-sama dengan perasaan lega bercampur dengan perasaan senang dan bersiap untuk menjalani tahap selanjutnya yaitu SIP.

– Etika Rahma Salin

Olah Psikis Otak Serta Aktualisasi Nilai
Kekeluargaan Dalam Satu Identitas

Jujur awal oposan saya sangat bersemangat bahkan saya pernah mencalonkan sebagai ketua angkatan, sistem dan cara apa yang digunakan dalam himapol saya tidak tahu. Lama-kelamaan sayapun merasa rishi tersenior himapol masih menggunakan sistem senioritas, dan hanya untuk membut kita takut, senior selalu bilang untuk dihargai dan dihormati, namun saya selalu merasa senior ingin membuat maba seperti saya untuk takut dengan dia.
Waktu pengambilan formulis diruang B, disinilah ketegangan dan awal kekerasan di himapol semua maba politik dikumpulkan. Dan untuk mengambil kertas yang penting bagi himapol. Saya selalu bertanya-tanya untuk apa tamparan itu, yang katanya senior cari tahu sendiri. Ini aneh kita disuruh mencari sesuatu yang tidak mempunyai jawaban. Senior yang membuat itu, seharusnya senior yang memberikan jawabannya
Tema oposan kita yaitu kekeluargaan dalam satu identitas, jujur saya belum mengetahui letak kekeluargaanya dimana?… menurut saya tema yang untuk oposan adalah tanamkan senioritas dalam himapol tunduk dan patuh senior, saya rasa itu lebih baik.
Orang yang penting dalam oposan saya tidak tahu karena semua senior yang ikut dalam menganggap dirinya sangat penting. Itulah pengalaman saya ditahap oposan, lebih dan kurangnya saya minta maaf karena kelebihan hanya milik Allah SWT dan kekurangan tentunya hanya milik saya terima kasih.

– Andi Nur Amalia

 

Olah Psikis Otak Serta Aktualisasi Nilai
Kekeluargaan Dalam Satu Identitas

Oposan adalah tahap pertama dalam kaderisasi Himpunan Mahasiswa Ilmu Poltiik Universitas Hasanuddin. Pada kaderisasi mahasiswa baru 2017, tahap oposan dilaksanakan tanggal sekian di daerah gowa tepatnya di Benteng Somba Opu dengan tema ini. Tahap oposan ini yang menjadi ketua panitianya adalah kak wahyuddin. Kami dengan membawa nama angkatan DEKRIT 2017 menuju lokasi pengaderan jam 10 pagi dan tiba tepat setelah dhuhur. Dalam hati kami yang terbersik hanyalah kekhawatiran dan kecemasan yang tidak jelas. Sampai di sebuah rumah tempat pengaderan, kami langsung berkemas dan istirahat sejenak. Belum beberapa menit istirahat, kami dipanggil untuk revew kembali materi-materi pra oposan. Kebetulan saya orang pertama yang dipanggil, saya di revew oleh kak marwah dan semuanya berjalan dengan baik.
Kemudian kami menunggu ibu endang sebagai pendamping dosen tahap pertama ini untuk membuka acara pengaderan. Berselang beberapa jam beliau pun datang dan membuka acara oposan. Setelah semuanya selesai kami pun menunggu pemateri dari senior himapol. Pemateri yang pertama di tahap ini adalah kak suhardi angkatan 2012 (Restorasi) dengan materi Kerangka Berpikir Ilmiah dan moderatornya kak apriani angkatan 2016 (Reformasi). Disini kami berdiskusi dengan lancar meski pada saat itu kami merasa tidak ada tenaga karena belum makan sedikitpun padahal jam sudah menunjukkan waktu sore. Walaupun begitu, kami tetap memperhatikan jalannya diskusi. Waktu yang diberikan panitia oposan pada saat itu adalah dua jam per materi. Setelah diskusi selesasi, kami lari pagi yang dipimpin oleh kak rifan. Sampai di tempat penginapan kami pun makan siang sekaligus makan sore. Setelah kami makan, kami pun melanjutkan materi kedua tentang kemahasiswaan yang dibawakan oleh kak Muhammad al mukmin angkatan 2014 (Amandemen). Semua diskusi berjalan dengan lancar.
Setelah dua materi selesai, kami pun diberi waktu untuk shalat magrib dan isya kemudian makan malam setelah itu dilanjutkan dengan agenda bedah film. Film yang diberikan adalah tentang kepemimpianan militeristik. Artinya militer ikut campur dalam urusan pemerintahan, semua urusan politik dikaitkan dengan aksi militer sehingga terjadi pelanggaran hak asasi manusia. Dalam menonton film itu kami benar-benar merasa sangat ngantuk. Ada yang tiap kali mencuci muka dan ada juga membelalakkan matanya bahkan ada yang memakai balsem agar tidak merasa ngantuk. Pada saat itu kami terbantu oleh kopi, walaupun sedikit tapi setidaknya kopi adalah harapan satu-satunya untuk tetap membuka mata dan fokus menonton film. Setelah durasi film habis, dilanjutkan dengan materi oleh kak gaus angkatan 2014. Ia menjelaskan sedikit tentang maksud film tersebut kamudian mempertanyakan pendapat kami satu per satu.
Setelah selesai bedah film, kami diarahkan untuk memakai semua persiapan untuk esok pagi. jadi kami tidur dalam keadaan pakaian dan atribut yang sudah lengkap. Kemudian kami dibangunkan sekitar jam 3 atau jam 4 pagi, lalu mata ditutup dengan memakai skrap kemudian di kelompokkan, satu kelompok terdiri dari 6 orang selang seling laki-laki –perempuan. Dalam keadaan dingin dan sedikit ngantuk kami menuju pos pengaderan, post pertama, kami ditanya tentang kemahasiswaan. Setelah itu berlanjut ke post berikutnya sampai saya berada di post angkatan 2014 dimana saya ditanya- tanya dan suaranya begitu sangat besar. Tetapi saya tidak merasa takut sama sekali meski suaranya benar-benar terdengar mendengung di telinga. Tapi saya lalui post ini dengan baik tanpa ada masalah. Berlanjut ke post berikutnya, disitu ternyata ada bu endang yang merupakan dosen pendamping ditahap ini sekalgus alumni himapol. Selanjutnya di post terakhir kami memperkenalkan diri satu per satu, kami joget dan masih banyak hal konyol lainnya yang kami lakukan terutama laki-lakinya.
Post-post sudah berakhir saatnya kami makan pagi dan berkemas-kemas untuk mengikuti acara penutupan oleh dosen pendamping tahap oposan sekaligus alumni himapol bu endang. Acara penutupan dikemas dengan mengungkapan pesan kesan kaderisasi himapol di tahap pertama ini. Saat itu kami merasa sangat senang karena tahap pertama sudah selesai meski kami tidak tahu apa yang akan terjadi ditahap selanjutnya. Akhirnya kami pun menuju kampus dan tiba sekitar jam 12 siang. Kami datang ke tempat pengaderan bersama-sama membawa nama angkatan, berjuang sama-sama, ngantuk dan lapar sama-sama, menikmati dinginnya anginamalam bersama-sama dan pulang dalam keadaan bahagia pun bersama-sama membawa nama DEKRIT’17 (Deklarasi Ke Arah Revolusi Intelektual).
Kami mengungkapkan betapa menyenangkannya tahap pengaderan yang kami lalui. Buktinya kami selau mengenang semua dan mengangkatnya menjadi obrolan masa lalu yang menyenangkan. Ternyata segala apa yang tidak mnyenangkan bisa terbayarkan dengan segala kenangan indah apalagi dialui bersama-sama oleh banyak orang yang kami sebut sebagai teman sekaligus saudara.

– NURHALISAH

 

Olah Psikis Otak Serta Aktualisasi Nilai (OPOSAN)
Kekeluargaan Dalam Satu Identitas

Oposan merupakan bagian dan tahap pertama di pengkaderan HIMAPOL. Pada tahap ini ada juga namanya pra oposan dimana kegiatan pra oposan ini berjalan selama kurang lebih satu bulan. Sebelum kegiatan pra oposan di mulai kami angkatan 2017 dan senior-senior himapol terlebih dahulu berdiskusi membahas aturan-aturan dan menyepakati berbagai macam aturan tersebut yang harus dijalankan selama pra oposan. Beberapa hari setelah itu kami melakukan pemilihan ketua angkatan dan pada tanggal 17 oktober 2017 kami mendeklarasikan nama angkatan kami yaitu DEKRIT.
Disini kami diberikan tugas untuk mencari nama-nama dan tandatangan dari senior-senior himapol yang tidak lain tujuannya supaya kami lebih mengenal senior-senior himapol, meskipun untuk mendapatkan tandatangan tidaklah mudah karena terkadang kita harus bersabar dengan pertanyaan-pertanyaan senior dan harus siap mengerjakan apa yang di katakan oleh senior.
Pada tahap tersebut yang dimana setiap hari senin kami di berikan tugas untuk melakukan pengalangan dana, disini saya merasa malu karena ini adalah yang pertama kalinnya saya pergi menjual kue di area kampus unhas, sampai saya di ketawai teman saya dari fakultas lain karena melihat kami pergi menjual ke fakultasnya yang katanya “saya pergi kuliah atau menjual” dan yang paling menyakitkan kalau menawarkan kue ke teman-teman yang lain mereka sudah banyak tanya dan ujung-ujungnya tidak di beli juga kuenya. Dan disini saya belajar mencari uang dan kesabaran. Tapi berkat teman-teman DEKRIT semua itu terasa indah karena dibalik kesusahan itu mereka tetap menghadapi dengan tindakan konyol yang menghibur. Ketika sudah waktunya siang kami makan bersama disini mulai tumbuh rasa persaudaraan.
Kami juga dibagi dalam berbagai kelompok dan kami juga sering diberikan materi oleh senior,diantaranya: materi kepemimpinan, pemikiran politik, kemahasiswaan, Kehimapolan, dll. Di tahap ini kami ditanamkan dalam diri tentang nilai sebagai mahasiswa. Sifat yang masih terbawa dari SMA dirubah karena sangat berbeda kegiatan saat masih di bangku SMA dengan bangku perkuliahan. Disini kita di ajarkan untuk lebih menghargai orang yang lebih duluan masuk di kampus. Tidak jarang kami mendapatkan hukuman karena akibat dari kesalahan kami sendiri yang melanggar aturan yang sebelumnya telah di sepakati.
Saya sangat berterimakasih kepada kakak senior yang tak henti-hentinya menasehati dan selalu bersabar menghadapi kami yang masih bersifat layaknya anak SMA, meski penyampaiannya terkadang dengan suara yang agak tinggi dan sedikit emosi melihat kami tapi saya juga yakin dibalik itu semua ada pesan baik yang mau disampaikan tapi lewat cara yang berbeda. Setelah menjelang hari H oposan kami di fokuskan latihan untuk pementasan seni pada saat pembukaan oposan yang di antaranya paduan suara, teatrikal dan bentuk barisan kami nantinya di lapangan. Dan pembukaan caremony oposan 2017 yang di laksanakan di lapangan sospol tanggal 27 oktober 2017. Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh senior-senior sospol dan para dosen sospol. Disini sambutan pertama oleh kak wahyuddin yang dimana sebagai jendral dan juga sekaligus ketua panitia oposan 2017. setelahnya sambutan oleh kak Muh. Fichriyadi. Hastira sebagai ketua umum HIMAPOL. Dan juga sambutan oleh Ibu Endang yang sebagai senior HIMAPOL.
Setelah kegiatan pembukaan tersebut selesai kami dan kak Rifan yang sebagai korlap oposan 2017 mendiskusikan kontrak yang akan digunakan selama 2 hari kedepan, maulai dari pakaian atribut dan makanan dan semuahnya harus siap besok paginya. Saya masih ingat yang paling susah disini yaitu mencari daun putri malu yang mekar, saya juga heran mana ada daun putri malu yang mekar kalau malam dan kita harus cari 17 daun per orang. Kegiatan hari H oposan tersebut berlangsung selama 2 hari di Benteng Somba Opu. Disana kami diberikan beberapa materi di antaranya materi kerangka berfikir ilmiah oleh kak Adi, kemudian materi Kemahasiswaan oleh kak mu’min, dan beda film oleh kak Gaus. Dan saat minggu subuh kami di bangunkan dan di bagi kelompok lagi kemudian kami di evaluasi oleh kakak senior dalam beberapa Pos.
Selanjutnya acara penutupan oposan 2017 yang terlebih dahulu angkatan DEKRIT yang diberikan kesempatan untuk mengeluarkan pesan dan kesan selema proses oposan ini berjalan Dan juga pesan-pesan dari ketua umum himapol kemudian sedikit nasehat dari Ibu endang dan sekaligus menutup kegiatan tersebut secara resmi.

– Musran

Olah Psikis Otak Serta Aktualisasi Nilai
Kekeluargaan Dalam Satu Identitas

Pada proses pengkaderan HIMAPOL (Himpunan Mahasiswa Politik) Fisip Unhas, terdapat berbagai 4 macam diantaranya yaitu, OPOSAN,SIP,BINA AKRAB DAN POLPAR. Pada tahap pertama dalam pengkaderan himapol yaitu oposan mahasiswa baru jurusan ilmu politik di ajak oleh pengurus himpunan untuk mengikuti proses pengkaderan dan di perkenalkan apa itu himapol.
Proses pengkaderan tahap pertama oposan terdapat yang namanya pra oposan dimana mahasiswa baru di kumpulkan setiap hari senin-jum’at saat mahasiswa baru tidak memiliki waktu kuliah. Pada tahapan ini mahasiswa baru jurusan ilmu politik saling memperkenalkan dirinya masing-masing ke pada teman-teman satu jurusannya, hal ini di lakukan karena sebagaimana yang kita ketahui mahasiswa baru ini belum mengenal teman-teman dari sejurusannya.
Pra oposan ini di berfungsi untuk memperbaiki mental, etika, perilaku, dan lain-lainnya. Selama pra oposan ini terdapat berbagai macam kegiatan yang masih saya ingat sampai sekarang dimana pada tahapan ini setiap kami dikumpulkan di daerah sekitaran fisip baik itu di sambar, di mimbar, di tamsos dan lain-lainnya, ada satu kegiatan yang masih teringat sekali di benak saya yaitu saat proses makan bersama teman-teman angkatan 2017. Saat proses makan bersama ini berbagai macam cara makan yang di lakukan ada yang makan sambil nasinya di putar, ada yang proses makan yang lauknya dulu baru nasinya, ada juga yang makan dengan prinsip militer dimana makan yang ada di depan kita harus dihabiskan dengan waktu yang telah ditentukan, kadang-kadang juga jika ada teman-teman yang tidak dapat menghabiskan makanannya teman-teman yang lain diwajibkan untuk membantu menghabiskan makanan temannya tersebut, selain kegiatan makan bersama saya juga masih mengingat dimana kakak Rifan membawah 1 bungkus gula-gula dan 1 topleks astor awalnya saya kira makan tersebut mau di bagi-bagi ( hahahhahahahahaha), kemudian kakak rifan mengatakan “SUDAH SEBERAPA ERAT PERSAUDARAAN ANDA” kalo tidak salah dia mengatakan hal tersebut, lantas teman-teman menjawab ada yang mengatakan 70%, 60%, 65%, 50% dan lain-lain, setelah itu satu biji peremen dibuka pembungkusanya terus teman saya yang paling di depan di suru untuk memakannya kemudian hal yang tak terduga-duga pun terjadi ternyata permen tersebut di oper dari satu mulut teman saya ke mulut teman saya yang lain sampai peremen tersebut juga di oper kepada saya. Setelah itu topleks astor pun di buka dimana satu biji astor ini di gigit oleh dua orang antara satu ujung dengan ujung lainnya, kemudian astor tersebut dimakan sampai habis bahkan ada yang sampai ujung mulut dengan ujung mulut hampir bersentuhan( hahahhahahah) untung bukan saya yang mengalami hal tersebut.
Setelah pra oposan dilaksanakan ada yang namanya pembukaan oposan dimana kami di latih berbagai macam hal dan di tampilkan di lapangan sospol yang di saksikan oleh banyak orang, setelah pembukaan tersebut kami di berikan informasi bawah besoknya kami akan pergi ke benteng sumbo opu untuk menyelesaikan tahap oposan, tetapi sebelum itu pada malam harinya kami di berikan tugas untuk membawa makanan,pakaian,dan perlengkapan-perlengkapan yang akan digunakan pada saat di benteng sumbo opu nantinya.
Perjalanan kami ke benteng sumbo opu menggunakan avanza biru alias pete” :v perjalan di isi dengan menyelesaikan semua perlengkapan yang belum selesai dan juga saat perjalanan di isi dengan mata tertutup. Sesampainya di benteng sumbo kami di giring untuk naik kerumah yang sudah di siapkan, sambil menunggu acara di mulai waktu luang kami di isi dengan tidur, tidak lama kemudian kami di panggil satu persatu dan di tanyakan seputar hal mengenai pra polpar, senior yang memberikan pertanyaan kepada saya adalah kak indra mardika.
Setelah ditanyakan mengenai pra polpar kami di beri makanan yang dulunya pas pra oposan kadang-kadang kami tidak sanggup untuk menghabisinya tetapi saat di benteng sumbo opu kami malah minta tambah, setelah makan kemudian waktu kami di isi dengan materi yang di bawakan oleh kak suardi dan materi kedua di isi oleh kak mu’min. waktu tidak terasa selama kami berada di benteng sumbo opu saat sore hari kami di ajak oleh korlap oposan yaitu kak rifan untuk mengelilingi daerah sekitar benteng sumbo opu.
Pada malam hari di isi lagi dengan materi yang di bawakan oleh kak gaus mengenai beda film hampir semua teman-teman saya disuru untuk menanggapai film yang sudah kami tontong tadi, sehabis materi kami disuru untuk tidur dengan menggunakan baju hitam, celana training,sandal jepit warna ungu, kantongan berbentuk tas setelah menggunakan semua perlengkapa tersebut kami semua pun tidur, tidak terasa pas subuh hari kami dibangunkan dan mata kami di tutup menggunakan scraf dan di giring dari atas rumah panggung menuju ke bawah lalu kami pun di bawah ke pos-pos yang sudah disediakan terdapat 4 pos, setelah semua pos kami lewati mata kami pun kembali dibuka. Setelah kegiatan pos-pos kemudian kegiatan selanjutnya adalah penutupan, yang kegiatan ini di tutup oleh ibu dosen Endang Sari, S.IP.,M.Si, setelah kegiatan penutupan kami di suru untuk prepare barang-barang kami sebelum kami pulang kami berfoto-foto terlebih dahulu sambil menunggu mobil pete-pete yang akan mengantar kami dari beteng sumbo opu menuju universitas hasanuddin.

– Qira’ah Hafizhullah Syafra Maidin

Olah Psikis Otak Serta Aktualisasi Nilai (OPOSAN)
Kekeluargaan Dalam Satu Identitas

Oposan atau olah psikis serta aktualisasi nilai merupakan tahap awal dari proses pengkaderan yang ada di himpunan mahasiswa ilmu politik universitas hasanuddin dan merupakan program kerja dari divisi kaderisasi. Sebelum membahas tentang oposan ada baiknya kita pahami terlebih dahulu tentang apa itu pengkaderan, pengkaderan ialah sekumpulan tahapan dalam suatu organisasi yang biasanya menjadi syarat awal untuk bergabung dalam suatu organisasi yang bertujuan untuk menanamkan nilai moral serta peningkatan sumber daya manusia.
Adanya tahap pengkaderan sangatlah penting bagi suatu organisasi untuk menjaga eksistensinya di karenakan para kader ialah pemegang tongkat estafet untuk menjaga dan membangun suatu organisasi kedepannya,selain itu para kader ini akan menjadi pemangku jabatan dalam suatu organisasi maka perlulah mereka di bekali dengan nilai nilai yang dimiliki oleh suatu organisasi melalui proses transfer nilai dari senior ke junior
Himpunan Mahasiswa Politik Unhas memiliki dua tahapan pengkaderan serta dua syarat lanjutan untuk menjadi warga himpunan antara lain oposan,sip,bina akrab dan polpar. Setiap tahap memiliki nilai nilai tersendiri serta cara cara yang berbeda dalam penerapannya. Disini saya akan menjelaskan mengenai tahap awal dari proses pengkaderan di himapol fisip unhas yaitu oposan
Oposan merupakan singkatan dari Olah psikis otak serta aktualisasi nilai, yang berorientasi pada pembentukan serta pengembangan karakter,sikap, etika, kekeluargaan dan kedisiplinan dengan penerapan yang berkelanjutan. Oposan terbagi atas dua bagian yaitu pra oposan dan hari H oposan.
Adapun tema oposan pada tahun ini ialah “Kekeluargaan dalam satu identitas”. Hal ini dikarenakan salah satu nilai terpenting yang ingin di tanamkan dalam oposan ialah nilai kekeluargan, bagaimana dalam satu angkatan para kader bisa saling mengenal, memahami dan bekerjasama satu sama lainnya tidak melihat dari mana asalnya maupun latar belakangnya hal ini dikarenakan mereka sedang berada pada suatu tahapan yang mengharuskan mereka mengerti bagaimana bertindak secara kolektif, adapun identitas yang di maksud ialah himapol itu sendiri karena pada tahap ini pengenalan akan struktur dan sejarah himpunan diberikan yang kelak akan menjadi salah satu identitas dari para kader.
Kronologi
Masa Prapolpar, pada tahap ini hal pertama yang dilakukan ialah pengenalan diri, hal ini tidak dilakukan sekali bahkan berkali kali, setiap harinya para kader dikumpul dan diarahkan sesuai agenda mulai dari pemilihan ketua angkatan, pemberian materi maupun Games. Selain itu setiap kader juga di beri kewajiban dengan membuat buku tulis yang bercoverkan hitam putih dimana kemudian di gunakan untuk meminta tanda tangan senior serta perkenalan diri dan meminta saran selain cover hitam putih buku tersebut juga harus di tempeli foto dengan salah satu senior himpunan jika pemilknya pria maka ia harus foto dengan senior wanita begitu juga sebaliknya. Selain nilai kekeluargaan nilai etika dan kedisiplinan menjadi salah satu focus dalam praoposan hukuman diberikan bagi mereka yang melanggar hal ini sangat penting untuk mengolah psikis para kader agar memiliki karakter yang kuat secara fisik maupun mental. selain pembekalan materi dan pencarian ttd para kader juga memiliki agenda persiapan dan latihan yang akan di tampilkan pada hari H oposan
Hari H Oposan, setelah melalui waktu yang cukup panjang di praoposan semua kader dihadapkan dengan hari H yang berbentuk upacara dengan persembahan beberapa item seperti paduan suara dan theatrical. Hal ini dilaksanakan di lapangan sospol unhas dengan pakaian hitam putih dan rambut plontos, acara ini di tutup dengan menyanyikan lagu kesaksian serta pembacaan doa. Adapun turut hadir wakil wali kota Makassar, para dosen,alumni, dan perwakilan himpunan lain sebagai tamu undangan.
Oposan menjadi tahap awal bagi para kader untuk melanjutkan perjuangannya menjadi warga di himpunan, selain itu nilai nilai dalam oposan menjadi bekal awal bagi setiap kader untuk berperilaku dalam suatu organisasi baik itu himpunan ataupun angakatan mereka sendiri,
– Muh Zuhal Lukman

Author: himapol

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2018 H I M A P O L | Design by ThemesDNA.com
top