SIP

Self Introduction Program

Rekontruksi Nilai Kehimapolan Dalam Kesadaran Krtitis Berdialektika

Nama saya Christine putri Novita dan sekarang saya mau cerita sedikit tentang salah satu tahap pengkaderan yang diadakan oleh himpunan mahasiswa ilmu politik fisip unhas, sebenarnya sampai sekarang saya juga gatau apa alasan saya mengikuti pengkaderan ini, padahal dari awal masuk universitas, saya suda berkomitmen pada diri saya sendiri kalua saya nantinya ga akan mau masuk ke dalam himpunan, tapi untuk masuk ke dalam ukm ya bolehlah, tapi pada akhirnya saya terjebak untuk mengikuti pengkaderan ini. Ya awalnya sedikit malas, malah bukan sedikit tapi banyak. Karena saya sudah sangat sangat sangat tau bagaimana model umumnya pengkaderan, karena dulu pas saya smp dan sma saya sangat gemar mengikuti organisasi, dan yang anehnya saya berhasil mendapatkan posisi yang lumayan tinggi di dalam organisasi yang saya ikuti dulu, contohnya saya menjadi wakil ketua mps pada saat smp, lalu saya menjadi sekretaris umum di organisasi paskibra, lalu pada sma saya dipercaya menjadi bendahara umum organisasi paskibra juga, lalu di dalam kelas sayamenjadi sekretaris dan bendahara kelas pada saat saya kelas 11 dan 12, ya entah kenapa saya bisa bisanya dipercaya untuk memangku jabatan itu, tapi ini bukan maksud saya menyombongkan diri, saya hanya merasa bingung atas apa yang sudah terjadi di dalam kehidupan bersekolah saya dulu. Nah sekarang saya benar benar ingi menceritakan bagaimana tahap 2 pengkaderan himapol fisip unhas. Jadi tahap 2 ini bias diikuti kalua berhasil melewati tahap 1. Tahap 2 ini kita dilatih dalam bidang keilmuan, dan juga di tahap ini kita dilatih untuk mengenali tentang siapa sesungguhnya diri kita sendiri dan mau jadi apa kita nanti, semua ini adalah tujuan diadakannya self introduction program katanya.

Kordinator lapangan pada tahap ini adalah kak Arina Nadayu Budiman Armin dan kak Andi Muhammad Agung Izzulhaq, mereka yang selalu ada dalam suka dan duka kami pada masa pra sip hingga hari h nya. Banyak sekali ilmu ilmu yang saya dapat dalam masa pra sip ini saking banyaknya saya tidak dapat menuliskan semuanya disini atau akan menhabiskan banyak lembaran hvs. Saya akan menyebutkan sedikit saja disini agar nantinya jika di print tidak terlalu banyak mengeluarkan kertas, tapi tenang semua itu masih tetap ada di ingatan dan di hati saya, dan mungkin akan teringat terus sampai saya abu-abu nanti. Waktu itu para senior menyempatkan dating dan meluangkan waktu untuk membagi ilmunya kepada kami, dan kami sangat mengapresiasi itu, kami juga sangat berterimakasih kepada semua pihak yang saya tidak bisa sebutkan satu persatu, terutama untuk ketua pelaksana sip yaitu kak dianto pasae, yang sudah membuat pengkaderan tahap 2 ini berjalan dengan lancar.  Nah pada tanggal 23 sampai 26 November 2017 ini adalah hari H nya SIP disana kami diajarkan disiplin, dan memanfaatkan waktu sebaik baiknya, adapun agenda kegiatannya adalah yang pertama upacara pembukaan, lalu dilanjutkan dengan menerima materi- materi lagi oleh kakak senior, dilanjutkan dengan makan membedah film, lalu tidur. Setelah itu hari berikutnya senam pagi, lomba lomba yang kalua menang ga juga dapet hadiah, lalu lanjut lagi menerima materi oleh pemateri, setelah itu pos pos yang juga saya ga terlalu tau apa tujuan dari pos pos tersebut. Setelah itu kami bersiap untuk pulang kembali ke rumah masing-masing, tetapi sebelumnya kami makan bersama untuk terakhir kalinya pada hari itu, bukan untuk selama lamanya. Dan ya semua itu sudah terlewati sekarang, banyak sekali pengalaman-pengalaman selama pengkaderan tahap 2 ini yang saya ga akan lupakan, kalau dibilang kesel pada saat itu ya kesel tapi mau di apa semua proses harus dilewati, dan buktinya saya sampai sekarang ini masih berlanjut mengikuti tahap pengkaderan himapol fisip umhas yang alasannya juga saya tak tau kenapa. Yang saya tau hanya saya mau lanjut untuk menjadi anggota himpunan mahasiswa ilmu politik fisip unhas. Dan saya berharap saya mampu mengikuti semua proses pengkaderan ini. Pada akhir tulisan ini saya berterimakasih atas apa yang sudah kakak senior berikan kepada saya dan teman angkatan saya, dan juga saya meminta maaf dengan segala kerendahan hati saya kalau ada yang kurang berkenan dalam penulisan ini.

Christine Novita Putri

 

 

SELF INTRODUCTION PROGRAM

Rekonstruksi Nilai Kehimapolan Dalam Kesadaran Kritis Berdialektika

Self introduction program atau biasa di singkat dengan SIP merupakan pengkaderan tahap-2 HIMAPOL ( Himpunan Mahasiswa Politik ) FISIP UNHAS. Tahap ini dilaksanakan di Makassar, 23-26 November 2017. Koodiator Lapangan (KorLap) pada tahap ini ada dua yaitu Andi Muhammad Agung Izzulhaq dan Arina Nandayu Budiman Armin. Mereka yang selalu ambil alih semua kegiatan pengumpulan dari mulai Pra-Sip sampai hari terlaksananya Sip. Pada tahap ini saya dan teman-teman di ajarkan tentang Disiplin waktu, menghargai orang yang lebih tua atau orang yang lebih dahulu di kader walaupun seumuran, dan yang terpenting adalah masalah keilmuan. Bagaimana tidak? Setiap ada kesalahan yang saya buat atau teman-temuan lakukan akan mendapat kan hukuman berupa (1) membaca buku lalu mereview dan kemudian disampaikan kembali ke teman-teman, walaupun kesalahan itu hanya dibuat-buat saja. Selama 3 minggu pra-Sip banyak sekali materi-materi yang telah disampaikan oleh senior HIMAPOL, lebih kurang materi yang pernah disampaikan adalah 14. Yaitu : (1) diskusi tentang buku dasar-dasar ilmu politik karya Meriam Budiardjo (2) abad pertengahan yang di sampaikan oleh kak Jonnhy (3) abad pencerahan, dan pada materi 2 dan 3 saya tidak ikut karena ada acara dengan tidak hadirnya saya dipertemuan materi itu saya mendapat hukuman untuk mencari literatur materi yang di maksud dengan menceritakan materi sebagai orang pertama atau main aktor. (4) naturalisasi, relatifisme, anarkisme, kontraktualisme, dan platonisme, di materi ini kami di bagi menjadi 5 kelompok dan masing-masing kelompok membahas topik yang berbeda dan kemudian di paparkan untuk kembali di perdebatkan hingga titik temu pun sulit untuk di jumpai karena merasa bahwa argumennya lah yang paling benar diantara argumen-argumen lain. Naturalisme adalah sesuatu yang ada di alam tidak seharusnya untuk di perdebatkan, Relatifisme ialah paham yang menganut kebenaran masing-masing, Anarkisme yaitu melegalkan kekerasan, Kontraktualisme yaitu kesepakatan, sedangkan platonisme lebih mengarah kepada filsafat-filsafat dari Plato. Beberapa materi yang sudah saya sebutkan sebelumnya adalah sebagian kecil dari rangkaian Sip selama kurang lebih 3 minggu dengan memanfaatkan jam kosong yang ada di KRS (Kartu Rencana Study).

Tema pada tahap ini yaitu “Rekonstruksi Nilai Kehimapolan Dalam Kesadaran Kritis Berdialektika”. Menurut saya makna dari tema tersebut yaitu pembangunan hal-hal yang berkaitan dengan HIMAPOL dalam kritis untuk bernalar atau berfikiran yang teratur. Sesuai dengan tema yang di terapkan bahwa di tahap kedua ini kita di ajarkan untuk berfikir kritis. Yah… contohnya dengan cara menghukum dengan hukuman yang tidak berat namun bisa menambah wawasan yang pasti tidak didapat jika tidak ikut pengkaderan

Pembukaan Sip di laksanakan di ruang B himpunan fisip unhas. Yang di hadiri oleh ketua prodi ilmu politik fisip unhas, ketua BEM fisip unhas, ketua Himapol fisp unhas, dan seluruh jajarannya beserta senior-senior yang sempat hadir. Hari pelaksaan Sip pun telah tiba, kami semua di boyong ke arah tempat pengkaderan dengan menggunakan mobil. Lumayan jauh sih dari kampus, dan kebetulan ada senior juga yang ikut satu mobil dengan saya dan 4 orang lain teman saya. Saya masih ingat betul kata-kata nya “Tidur mko itu, jangan mi perhatiakan jalan. Biar mi saya saja, kah jangan sampai menyesal ko nanti ndak sempat tidur banyak-banyak”. Sedikit bingung dengan kata-katanya. Kenapa harus berkata seperti itu? Apa maksudnya? Banyak sekali pertanyaan yang ada di kepala saya, tapi dia hanya menjawab dengan tertawaan dan kata-kata yang malah membuat rasa penasaran makin menjadi-jadi. Tibalah kami di tempat yang kami tuju untuk melaksanakan pengkaderan tahap 2 ini, kami pun diarahkan ke kamar kami dan dipisah antara teman cowok dan cewek. Setelah itu semua selesai kami pun di panggil untuk makan bersama. Berlanjut seperti pra-Sip yang semula yaitu hanya materi, materi, dan materi lagi. Dan itu sungguh sangat melelahkan, karena waktu tidur hanya beberapa jam saja. Tidak sampai 8 jam tidur (sesuai anjuran dokter). Disitulah pertama kalinya tidur kurang dari 8 jam, dan hal tersebut terbawa sampai sekarang karena tuntukan kewajiban sebagai Mahasiswa. Banyak hal yang menjadi hal pertama ku pada tahap ini, pertama kali ku peduli dengan orang karena satu yang berbuat salah maka semua ikut merasakan hukuman. Pertama kali ku tidur berhimpitan, dan yang peling penting pertama ku adalah hal yang sulit di lupakan. I always remember this step J

Dipaksakan menerima sesuatu yang tidak di sukai itu sangat menjengkelkan, dan di tahap ini kita semua di paksa untuk menerima materi, dan konsekuensi yang di ajukan adalah di oleskan Balsam atau minyak anginyang lain yang apabila terkena kulit akan terasa panas. Dan entah berapa kali saya mendapatkan olesan tersebut, di paksakan untuk fokus. Materi yang dibawakan menurut saya memang sesuatu yang sangat baru sekali terdengar di telinga saya. Seperti materi yang pernah dibawakan oleh kakak Akbar Najemudin yaitu Politik Lokal, yang awalnya saya menganggap politik hanya ada di kalangan-kalangan pemerintahan pusat yang ada di di Djakarta yang selalu membahas tentang Capres dan Cawapres, anggota DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) yang duduk di kursi gedung DPR untuk mewakili Rakyat “katanya”. Ternyata ada lagi tentang Politik Lokal dan yang saya tahu dari materi ini yaitu politik lokal itu adalah kegiatan-kegiatan politik yang ada di level lokal dan berkaitan dengan pemerintahan daerah, kebijakan daerah dan pemilihan kepala desa. Dan politik lokal lebih memperhatikan hak-hak rakyat kecil.

Terima kasih saya ucapkan kepada Badan pengurus HIMAPOL Fisip Unhas, seluruh senior yang selalu memberikan yang terbaik. Maaf apabila ada kesalahan-kesalahan yang saya pribadi lakukan sengaja atau tidak sengaja membuat tidak nyaman.

– Fajar Widayanti

 

 

Self Introduction Program

Rekontruksi Nilai Kehimapolan Dalam Kesadaran Krtitis Berdialektika

 

S.I.P merupakan tahap ke-2 dari pengkaderan untuk menjadi keluarga Himapol dimana yang sebelumnya harus kita lewati yakni tahap OPOSAN. Di S.I.P ini mengangkat tema “Rekontruksi Nilai Kehimapolan Dalam Kesadaran Krtitis Berdialektika”. Awal S.I.P dilaksanakan pada sekitar tanggal 07 Desember 2017 yang menjadi  Korlap pada saat itu yakni kak Arin Nandayu dan kak Andi Muhammad Agung Izzulhaq kita disuruh untuk membuat buku khusus untuk S.I.P yang dimana didalamnya kita tulis mengenai agenda kegiatan, refleksi diri dan ttd dari korlap sebagai bukti. Pada tahap ke-2 ini kita diwajibkan untuk menggunakan hijab hitam, baju harus bercorak hitam putih, rok hitam, kos kaki hitam, dan sepatu pantofel beserta name tag.

Pada S.I.P kita lebih banyak mempelajari tentang hal-hal yang berkaitan dengan dunia politik. Dibandingkan dengan OPOSAN di S.I.P ini lebih menekangkan terhadap pengetahuan. Sebelum memasuki S.I.P ada namanya dimaksud Pra S.I.P kita diberikan materi-materi seperti perkembangan ilmu politik dari abad ke abad,tokoh-tokoh politik baik dalam maupun luar negeri. Masa Renainsans pemateri kak Syarif, politik abad pertengahan dari kak Joni, materi persidangan dibawakan oleh kak Marwah, pelopor gerakan-gerakan politik Indonesia oleh kak A.Muh.Rifki Yunus, problem solving oleh kak Dirwan, lobi dan negosiasi pemateri kak Galang, pengambilan keputusan kak Ichwan, kesekretariatan oleh kak Alfrida Octaviani, dan analisis wacana kritis dari kak Adi.Itu merupakan beberapa materi dan pemateri yang pernah dibawakan pada S.I.P. dan sering pula diadakan diskusi-diskusi.

Yang paling kita hindari di Pra S.I.P ini yakni hukuman karena hukuman di Pra S.I.P lebih sadis kalau saya bilang, karena di sini tidak pandang bulu cowok cewek rata hukumannya, kalau di OPOSAN kalau cewek buat kesalahan cowok yang tanggung, tapi di Pra S.I.P ini kita yang harus tanggung kesalahan sendiri semisal ceweknya melakukan kesalahan tidak akan bisa cowok yang tanggung. Kalau hal itu benar atau salah tergantung juga dari masing-masing pihak, seperti halnya ceweknya yang buat kesalahn baru cowoknya yang tanggung sebagai pihak cewek kita alhamdulillah tapi kasian juga, dari pihak cowok kalau teman ceweknya dihukum belum tau juga saya perasaann dari cowoknya tapi saya yakin dia tidak akan rela melihat kami teman ceweknya dihukum.Tapi hal yang paling saya sendiri hindari yakni hukuman bedah buku walaupun dihindaripun tetap dapat juga bukannya sekali malahan 3 kali. Jadi bisa dikatakan Pra S.I.P sini mengasah otak dan dilatih fisik juga.

Memasuki S.I.P pada tanggal 23-26 November 2017. Untuk mengikuti S.I.P ini ada beberapa aturan-aturan yang harus ditaati, mulai dari aturan pakaiaan, tidak boleh membawa peralatan mandi apapun beserta makeup bagi perempuan dan disana kita tidak mandi selama 3 hari. Di sini tidak ada dibilang istirahat kita hanya bisa tidur itu maksimal 2 jam karena kegiatan terus berlanjut, rangkaian acara dalam S.I.P itu mulanya kita disuruh untuk membedah film yang berjudul Adora moderator pada saat itu adalah kak A. Setiawan pematerinya kak Febriasah dan kak Umi Susi, dilanjutkan pula dengan pemberian materi dari kak Sulhajar memberikan materi mengenai Perkembangan Ilmu Politik Kontenporer, ketiga materi mengenai Paradoks Demokrasi Pancasila oleh kak M. Al Mu’min moderator kak Anggun Paradina, keempat tentang Demokrasi dan Politik Lokal oleh kak Akbar Najemuddin moderatornya kak Apriani, terakhir yakni pemberian materi dari kak Suhardi yang di medoratori oleh kak Salwa mengenai Politik di Era Digital dan Media. Pastinya bukan hanya materi terus yang didapat pastinya ada pula hal-hal yang bisa saya katakan setiap pengkaderan pasti melakukan hal tersebut.           

Alhamdulillah saya dapat melewati tahap S.I.P, di tahap ini hal yang dapat saya ambil yakni kita lebih dekat dengan teman se DEKRIT, lebih tau dan akrab dengan senior, pengetahuan pastinya lebih bertambah, diajarkan pula untuk begadang, dan ada juga sisi kemanusiaanya kita diajarkan untuk merasakan kelaparan dan tidak mandi beberapa hari. Terakhir saya ingin ucapkan terima kasih kepada para senior-senior yang terlibat dalam S.I.P.

Andi Irfani Kartika

 

Self Introduction Program

Rekonstruksi Nilai Kehimapolan dalam Kesadaran Kritis Berdialektika

 

Self introduction program( SIP ) adalah proses pengaderan yang harus dilewati untuk menjadi warga HIMAPOL, tepatnya SIP adalah tahap pengaderan yang kedua dilalui setelah OPOSAN, yang dilaksanakan pada tanggal 23-26 November 2017. Dalam tahap ini lebih mengutamakan kesadaran berfikir secara kritis guna meningkatkan intelektual dan kedisiplinan, dalam tahap ini yang menjadi ketua panitia adalah kak Dianto Pasae angkatan 2015 dan salah satu pengurus HIMAPOL tahun 2016/2017. Kemudian yang menjadi coordinator lapangan adalah Arina Nadayu dan Andi Muhammad Agung Izzulhaq. Mereka beruda yang mengurus kami jika ada pengumpulan baik pada sore hari maupun pada pagi hari.

Memasuki pra SIP kami dikumpulkan di sambar atau samping baruga untuk membuat kontrak SIP, yaitu datang jam 08,00 dan tidak boleh lewat atau kena hukuman sesuai ketentuan yang disepakati, memakai pakaian hitam putih selama pra SIP berlangsung,memakai sepatu vantofel. Kemudian kami disuruh membentuk kelompok dan membahas mengenai konsep politik, dan kami memperdebatkan konsep politik yang kelompok masing2. Dan sebagai moderator adalah kak Arin yang menengahimkami dikala perdebatan tiada akhir dan kami masih tetap mempertahankan konsep kami masing2.

Selama 3 minggu kami menjalani pra Sip dan setiap hari selama 3 minggu itu kami dikumpulkan di sambar atau depan UPT bahasa, kalau ada yang terlambat dia dihukum sesuai aturan dan diberikan buku untuk kemudian dipresentasikan esoknya di depan korlap, setiap hari ada saja yang kena hukuman baik itu laki2 atau perempuan semua sama saja, hari kelima saya kena hukuman untuk meriview buku filsafat ilmu dan sya tidak dapat menyelesaikannya dan mendapat hukuman push-up. Tapi itulah bagian dari pengaderan yang harus dilewati untuk mendapat manfaat dri pengaderan yaitu mengetauhi jurusan yang dipih dan belajar mencintainya agar tidak menjadi mahasiwa yang salah jurusan dan terancam DO jika tidak yakin dengan jurusan yang diambil. Seperti tema tahap ini kami ditekankan pada intelektual jadi setiap kali pengumpulan kami diberi materi terkait politik dari senior2 politik, dari situ saya mendapatkan ilmu dan kenalan baru baik itu senior ataupun dosen politik, salah satu materi yang saya dapat adalah lobi dan negosiasi yang diberikan oleh kak Galank yang dimana lobi adalah cara untuk mendapatkan kesepakatan tapi satu arah, sedangkan negosiasi adalah cara mencapai kesepakatan melalui dua arah.

Sampai pada pembukaan SIP yang dilaksanakan di dalah himpunan atau lebih tepanya ruang B. yang dihadiri oleh warga HIMAPOL dan ketua prodi ilmu politik pak Ali Armunanto sebagai pembuka SIP. Dan hari H SIP silaksanakan diMaros dekat dengan bandara baru. Sesampainya di sana kami diarahkan ke kamar yang dibagi dua antara laki2 dan perempuan di tahap dua ini kami berjumlah 29 orang karna 3 teman kami gugur karna tidak mengikuti hari H, di sana kami diberi jadwal mulai jam 7 malam sampai jam 3 subuh, kami diberikan materi oleh kakak senior dan dosen yang hadir pada malam itu, salah satunya adalah kak najemuddin yang memberikan politik dinasti, dan materi diberikan sampai jam 2 malam baru kami istirahat dan kami dibangunkan pada jam 3 subuh untuk melewati pos2 dan melakukan kegiatan morning sip, selepas itu kami mengikuti kegiatan penutupan yang dilakukan oleh kak endang selaku dosen pembimbing dan kamipun prepare pulang.

– A.Hasran Hengky

 

Self Introduction Program (SIP)

Rekonstruksi Nilai Kehimapolan dalam Kesadaran Kritis Berdialektika

 

Self introduction program( SIP ) adalah proses pengaderan yang harus dilewati untuk menjadi warga HIMAPOL, tepatnya SIP adalah tahap pengaderan yang kedua dilalui setelah OPOSAN, yang dilaksanakan pada tanggal 23-26 November 2017. Dalam tahap ini lebih mengutamakan kesadaran berfikir secara kritis guna meningkatkan intelektual dan kedisiplinan, dalam tahap ini yang menjadi ketua panitia adalah kak Dianto Pasae angkatan 2015 dan salah satu pengurus HIMAPOL tahun 2016/2017. Kemudian yang menjadi coordinator lapangan adalah Arina Nadayu dan Andi Muhammad Agung Izzulhaq. Mereka beruda yang mengurus kami jika ada pengumpulan baik pada sore hari maupun pada pagi hari.

Memasuki pra SIP kami dikumpulkan di sambar atau samping baruga untuk membuat kontrak SIP, yaitu datang jam 08,00 dan tidak boleh lewat atau kena hukuman sesuai ketentuan yang disepakati, memakai pakaian hitam putih selama pra SIP berlangsung,memakai sepatu vantofel. Kemudian kami disuruh membentuk kelompok dan membahas mengenai konsep politik, dan kami memperdebatkan konsep politik yang kelompok masing2. Dan sebagai moderator adalah kak Arin yang menengahimkami dikala perdebatan tiada akhir dan kami masih tetap mempertahankan konsep kami masing2.

Selama 3 minggu kami menjalani pra Sip dan setiap hari selama 3 minggu itu kami dikumpulkan di sambar atau depan UPT bahasa, kalau ada yang terlambat dia dihukum sesuai aturan dan diberikan buku untuk kemudian dipresentasikan esoknya di depan korlap, setiap hari ada saja yang kena hukuman baik itu laki2 atau perempuan semua sama saja, hari kelima saya kena hukuman untuk meriview buku filsafat ilmu dan sya tidak dapat menyelesaikannya dan mendapat hukuman push-up. Tapi itulah bagian dari pengaderan yang harus dilewati untuk mendapat manfaat dri pengaderan yaitu mengetauhi jurusan yang dipih dan belajar mencintainya agar tidak menjadi mahasiwa yang salah jurusan dan terancam DO jika tidak yakin dengan jurusan yang diambil. Seperti tema tahap ini kami ditekankan pada intelektual jadi setiap kali pengumpulan kami diberi materi terkait politik dari senior2 politik, dari situ saya mendapatkan ilmu dan kenalan baru baik itu senior ataupun dosen politik, salah satu materi yang saya dapat adalah lobi dan negosiasi yang diberikan oleh kak Galank yang dimana lobi adalah cara untuk mendapatkan kesepakatan tapi satu arah, sedangkan negosiasi adalah cara mencapai kesepakatan melalui dua arah.

Sampai pada pembukaan SIP yang dilaksanakan di dalah himpunan atau lebih tepanya ruang B. yang dihadiri oleh warga HIMAPOL dan ketua prodi ilmu politik pak Ali Armunanto sebagai pembuka SIP. Dan hari H SIP silaksanakan diMaros dekat dengan bandara lama. Sesampainya di sana kami diarahkan ke kamar yang dibagi dua antara laki2 dan perempuan di tahap dua ini kami berjumlah 29 orang karna salah seorang teman kami gugur karna tidak mengikuti hari H, di sana kami diberi jadwal mulai jam 7 malam sampai jam 3 subuh, kami diberikan materi olek kakak senior dan dosen yang hadir pada malam itu, salah satunya dalah kak najemuddin yang memberikan politil dinasti, dan materi diberikan sampai jam 2 malam baru kami istirahat dan kami dibangunkan pada jam 3 subuh untuk melewati pos-pos dan melakukan kegiatan morning sip, selepas itu kami mengikuti kegiatan penutupan yang dilakukan oleh kak endang selaku dosen pembimbing dan kamipun prepare pulang.

Muhlis

 

 

Self Introduction Program

Rekonstruksi Nilai Kehimapolan dalam Kesadaran Kritis Berdialektika

 

introduction program( SIP ) adalah salah satu tahap yang harus di lewati bagi para kader baru yang ingin menjadi keluarga baru di HIMAPOL,sebelum menjalani tahap SELF INTRODUCTION PROGRAM (SIP) kita sebagai kader baru terlebih dahulu harus melewati tahap pertama yaitu OLAH PSIKIS OTAK SERTA AKTUALISASI NILAI (OPOSAN).Di tahap self introduction ini (sip) kita lebih di arahkan untuk menjadi mahasiswa yg slalu berfikiran kristis guna menimgkatkan intelektual dan kedisiplinan. Tahap ini berlangsung selama 3 minggu yang di mana 3 minggu ini di sebut sebagai pra sip, dalam tahap ini yang menjadi ketua panitia adalah kak Dianto Pasae angkatan 2015 dan salah satu pengurus HIMAPOL tahun 2016/2017. Kemudian yang menjadi coordinator lapangan adalah Arina Nandayu dan Andi Muhammad Agung Izzulhaq angkatan 2016.

Pada saat pra sip dimulai agenda di hari pertama penyetujuan kontrak sip,adapun kontrak yg dibahas pada hari itu salah satunya itu busana yg di kenakan setiap harinya,kontrak kehadiran dan waktu pengumpulan,di pra sip ini kami lebih banyak diberi materi beda pada saat tahap pertama oposan yg di mana lebih mengajarkan kita agar memiliki etika yg baik dan mental yang kuat,di pra sip ini sangat banyak hal yang membuat teman-teman menjadi down itu di karenakan tekanan di tahap ini sangatlah besar bukan hanya tekanan fisik tapi juga tekanan psikis,dan tekanan psikis itulah yang membuat teman-teman merasa bahwa tahap ini sangat berat. Salah satu yang membuat teman-teman merasa sangat lelah di tahap ini adalah hukman yang di berikan setiap harinya yg di mana hukuman ini benar-benar menguras otak,setiap harinya kami berkumpul dari jam 08.00 dan berakhir ketika matakuliah akan di mulai,ketika berkumpulpun slalu ada tekanan psikis yang didapatkan bagai mana tidak jikalau kami tidak tepat berkumpul pada jam 08.00 hukumanpun siap menanti itu juga berlaku jika kami tidak lengkap pada saat pengumpulan.tapi terkadang keseruanpun terjadi pada saat ini yang di mana kalau kita sedang berdebat tentang politik dan coordinator lapangan yang menjadi moderatornya,ketika moderator berbicara di situlah keseruan terjadi karena moderator ini menjadi penengah yang slalu membawa kita agar berfikir lebih kritis sampa-sampai perdebatan itu menjadi kacau di karenakan tidak ada kelompok yang mau mengalah dan tetap mempertahankan argumentasi masing-masing.

Selama 3 minggu itu kami terus belajar sampai datang hari di mana pembukaan SIP akan di laksanakan.pada saat pembukaan SIP yang di laksanakan dalam ruang B himpunan sospol yang di hadiri oleh warga HIMAPOL dan ketua prodi ilmu politik pak Ali Armunanto sebagai pembuka SIP,setelah pembukaan esoknya kami berangkat menuju tempat berlangsungnya kegiatan akhir dari tahap self introduction progam (SIP),tahap ini berlangsung selama 3 hari disnilah puncak dari apa yang slama tahap pra sip kami lakukan,hari pertama merapikan langsung di mulai pembelajaran yg di mulai dari jam 08.00-03.45 malam,dan itu berlangsug selama 3 hari beruntung kami pada hari kedua ada seminar yang di mana di situlah satunya-satunya waktu kami para kader bisa beristirahat sedikit lebih lama,setelah seminar selesai kami para kader kembali ketempat pelakasanaan sip dan kembali kami para kader di beri materi olek kakak senior dan dosen yang hadir pada malam itu, salah satunya dalah kak najemuddin yang memberikan materi politik dinasti, dan materi diberikan sampai jam 2 malam dan di lanjut dengan bedah film yang di mana kami para kader harus membedah apa yang maksud dari film yang telah kami tonton selama 1 jam lebih dengan sangat membosankannya dan betapa mengantuknya kami tetap mengikuti agenda yang telah ada,karna jika kami tidak mengikutinya balsem telah menanti untuk di usapkan ke seluruh kepala dan wajah agar tidak mengantuk.

Hari pun berlalu dan agenda yg menyenangkanpun telah menunggu hahahah yang di mana agenda tersebut bisa disebut pos pos yang di mana apapun bisa terjadi pada agenda tersebut,jal yang paling tidak bisa saya lupakan dari agenda tersebut yaitu menggosok ketiak teman kader dengan tangan dan menyikat giginya menggunakan tangan yang sama dengan yang menggosok ketiaknya.banyak hal yang tidak bisa di lupakan dari setiap tahap pengkaderan yang telah kami jalanin dan kami menjalaninyapun dengan senang hati…………

“JIKA KAMU TIDAK BERANI MENGAMBIL RESIKO DALAM HIDUPMU,KAMU TIDAK AKAN PERNAH BISA MENCIPTAKAN MASA DEPAN”

– Nuralam

 

 

SELF INTRODUCTION PROGRAM

Rekontruksi Nilai Kehimapolan Dalam Kesadaran Krtitis Berdialektika

Sip atau yang lebih dikenal dengan (SELF INTRODUCTION PROGRAM) yaitu bagaimana cara kita mengenali diri kita sendiri seperti apa sebenarnya, sangat banyak manfaat jika kita mengetahiu diri kita seperti apa diantaranya ialah kita lebih baik dalam  memposisikan diri kita kepada orang lain serta mengetahi lingkungan seperti apa yang cocok bagi kita, coba bayangkan jika kita sendiri saja tidak mengetahiu diri kita seperti apa oleh kerena itu SIP menurut saya sangat banyak memberikan manfaat bagi diri saya priadi sebab dari situlah saya belajar memahami diri saya seperti apa dan bagaimana saya memposisikan diri saya.

Tidak terlepas dari itu saja dalam masa sip banyak pengalaman serta ilmu yang saya dapatkan terutama dalam memahami diri saya kemudian bagaimana teman-teman saya atau orang lain dalam menilai saya seperti apa dari situ kemudian saya belajar bahwa apa yang saya katakana benar belum tentu benar menurut orang lain mungkin saja itu adalah sebuah ke egoisan semata yang sebenarnya tidak dirasakn secara langsung. Dalam mengembangan potensi diri kita perlu adanya dukungan serta saran juga terhadap orang lain begitu pula yang saya rasakan beserta teman- teman saya dalam menjalani masa sip suka duka kami rasakan bersama keegoisan kami selalu bermain untuk menjadi unggul dan menjadi lebih baik dari teman-teman yang, namun perlu diketahui bahwa dalam membangun sebuah kelompok sangat dibutuhkan yang namanya pengenalan diri artinya kita harus mengetahui secara mendalam diri kita sendiri apa sehingga kedepannya kita juga dapat menempatkan diri kita dengan baik.

Tidak terlepas dari itu saja bantuan serta dukungan juga datang dari senior kami yaitu dari kk’ Dianto pasae yang merupakan ketua sip pada saat itu, yang dimana dia memberikan pengalamannya kepada saya dan teman-teman saya arti penting dari sebuah pengenalan diri,bagaimana cara kita memposisikan diri, dari situlah kemudian saya belajar bahwa sangat penting untuk mengetahui potensi apa yang sebenarnya dimiliki oleh diri kita yang mungkin sampai detik ini kita sendiri masih sering bertanya mengenai hal tersebut,oleh karena itu sangat penting untuk mengenal siapa kita sebenarnya, dan saya sangat bersyukur karena bisa melewati tahap ini dengan baik karena saya sudah bisa mengenal diri saya seperti apa berbeda dengan yang dulu saya tidak dapat memposisoikan diri saya dalam, lingkungan namun saat ini Alhamdulillah dengan bantuan dari beberapa senior ilmu politik saya pun sudah dapat terbebas dari belengguh hidup saya dan saya sangat berterimah kasih kepada mereka karena tanpa bantuan dari senior dan teman-teman saya mungkin sampai saat ini belum bisa mengenal diri saya.

Selain itu pengetahuan mengenai ilmu pengetahuan pun sangat banyak saya dapatkan terutama dalam bidang keilmuan politik, bahwa politik itu sebenarnya merupakan upaya untuk menuju kehidupan yang lebih baik( good life), selain itu yang perlu diketahiu juga bahwa ilmu politik itu berdampingan dengan ilmu social, objek kajian dari ilmu politik itu juga tentunya tidak terlepas dari manusia, yang dimana manusia banyak melahirkan ide-ide baru yang sulit diramalkan. Sebenarnya masih banyak yang saya dapatkan baik itu materi mengenai problem solving, lobby dan negosiasi, namun perlu diketahui segala sesuatu yang didapatkan percuma saja diketahui jika tidak diamalkan.

– Sitti Hajar Patriah

 

Self Introduction Program (SIP)

Rekonstruksi Nilai Kehimapolan dalam Kesadaran Kritis Berdialektika

 

Self introduction Program adalah salah satu proses pengkaderan yang harus dilewati untuk bergabung dalam lingkungan himapol. Tahap imi dilaksanakan pada tanggal 23-26 November 2017. Dimana dalam prosesnya itu lebih menekankan pada segi intelektul dan kedisiplinan. Dalam proses pengkaderan tahap kedua ini yang menjadi  ketua panitia adalah kak Dianto Pasae angkatan 2015. Sementara yang menjadi Kordinator lapangan atau biasa di sebut KORLAP yakni Kak Arina Nandayu Budiman Armin dan Kak Andi Muhammad Agung Izzulhaq. Mereka berdua adalah orang yang selalu mengambil alih setiap diadakan pengumpulan, mulai daru pra sip sampai pada terlaksananya sip.

Memasuki Pra sip yang pertama dilakukan adalah membuat kontrak pengumpulan. Setelah itu dibentuk beberapa kelompok untuk memperdebatkan masalah konsep politik. Dan yag paling menyenagkan adalah di saat berjalannya perdebatan ternyata yang paling berpengaruh adalah kak arin sebagai pemandu yang berhasil membuat kita semua berani untuk berargumen.Namun kekurangannya adalah tidak ada kesimpulan yang bisa menjadi penengah antar yang pro dan kontra.

Setiap hari kita selau dikumpul oleh kordinator lapangan yaitu kak arin. Bagi siapapun yang terlambat akan dikenakan hukuman untuk meriview buku dan anehnya ada saja buku yang disediakan oleh kak arin. Bukan haya yang terlambat yang diberi hukuman melainkan kesalahan kesalahan kecil pun menjadi kesalahan besar di mata panitia. Tapi mungkin itulah proses yang harus dinikmati.

Sebagaimana pada tahap ini yang menekankan pada segi intelektual pada setiap pengumpulan selalu terselip pemateri yang tentunya tidak lepas dari keilmuan kita. Setidaknya yang saya ingat ada 13 materi yang sempat disampaikan oleh para senior salah satunya abad pertengahan yang disampaikan oleh kak Jonny. Meskipun begitu banyaknya materi yang sempat di sampaikan namun yang menjadi masalah besar adalah hanya sebagian kecil yang masuk dalam kepala saya.

Sampai pada pembukaan sip, dimana diadakan di ruangan B himpunan fisip Unhas yang dihadiri oleh ketua prodi dan beberapa jajaran yang ada serta sebagian ketua himpunan dari prodi lain dan juga sebagian besar para senior yang menyempatkan hadir. Dan hal yang memalukan bagi saya terjadi pada saat pembukaan ini. Tanpa adanya kordinasi sebelumnya saya langsung disuruh untuk memandu para hadirin untuk menyanyikan mars fisip dan mars himapol. Pada saat mars fisip itu berjalan dengan lancer namun pada mars himapolnya liriknya tertukar, alhasih itu menjadi bahan ketawaan bagi sebagian hadirin.

Selepas pembukaan kami pun diarahkan menuju tempat diadakan nya tahap ke dua SIP (self introduction program) yaitu di maros. Sesampainya di tempat barang pun diturungkan, selepas itu kak arin langsung membagikan kamar yang berjumlah 2 kamar saja untuk 29 orang. Alhasil satu untuk kamar laki laki dan satunya lagi untuk perempuan. Setelah pembagian kamar kami pun diarahkan ke aula untuk pembukaan acara pengkaderan tahap ke dua yang dibuka oleh kak ending dan dihadiri oleh ketua himpunan beserta jajarannya.

Memasuki malam pertama kamipun langsung diberi materi  dan anehnya materinya itu sampai larut malam. Dan apa yang disampaikan para pemateri itu tidak ada satupun yang masuk dalam kepala saya mengingat rasa ngantuk yang sangan berlebihan. Setiap ada yang mulai ngantuk ada saja senior yang mengolesi kami dengan balsam tak lebih lagi kami para lelaki dengan keadaan botak kemudian diolesi balsem, itu serasa kepala mau pecah. Dan itu berlangsung selama 3 malam. Dan pada malam ketiga itu banyak kemudian senior tua yang sempat hadir pada saat selesainya materi dan yang tersisa hanyalah ewaluasi dari para kaka pendamping. Saat itu saya dan ketua angkatan dengan keadaaan kepala yang panas di suruh untuk menyanyi dangdut sedangkan alam sendiri disuruh untuk berjoget. Rasa ngantuk dan candaan tetapi juga takut bercampur saat itu. Menjelang subuh kamipun disuruh dan bahkan dipaksa untuk tidur, dalam pikiran saya buat pa tidur kalau tinggal 2 jam lagi baru kemudian pagi. Aneh memag itu sempat terpikir oleh saya. Kalau tidak salah menjelang subuh kamipun dibangunkan dan digeleda kamarnya seperti perampok saja. Kamipun disuruh untuk keluar kamar dengan memakai atribut yang dusuruh mulai dari kantong plastik dan lain lain.

Yang paling berkesan menurut sya adalh merning sip aneh memang. Mulai dari senam ditempat berlumpur dengan keadaan hujan lau masuk ruangan yang diambil alih oleh kak rangga yang disuruh gosok ketek teman senri lalu disuh gosok pake tanyan yang sudak digosokkan. Pada saat itu rasa menjengkelkan pun muncul tapi namanya prosos harus dijalani. Singkat cerita di hari terakhir kami pun diarahkan ke aula dan langsung menutup acara tahap dua pengkaderan himapol Fisip Unhas dengan ditutup oleh ibu Ariana. Setelh itu tanpa mandi dan hanya membilas sedikit badan yang penuh dengan lumpur kami langsung membereskan barang  kami dan langsung pulang ke kampus.

Begitu banya cerita dan pengalaman yang tersimpan pada saat SIP semoga pada proses ini dapat member manfaat yang besar bagi kami terkhusus buat saya sendiri.

“orang yang berani berkorban adalah orang yang akan melakukan perubahan”

–  Nursaid

 

 

Self Introduction Program (SIP)

Rekonstruksi Nilai Kehimapolan dalam Kesadaran Kritis Berdialektika

Berecerita tentang pengalaman yang saya dapat selama self introduction program sebenarnya sulit saya sampaikan dengan hanya lewat tulisan singkat ini tapi saya akan coba menggambarkan dengan cerita-cerita saya lewat tulisan ini. Pengaderan tahap ke-2 di HIMAPOL FISIP UNHAS atau tepatnya di SIP yaitu tahap yang menurut saya penuh dengan cerita-cerita yang sarat akan makna dan kenangan, saya MUH. SULFIHIDAYATULLAH sebenarnya kurang nyaman di tahap ini karena selain di tahap ini saya dapat tekanan yang luar biasa saya juga kurang suka dengan cara senior yang setiap hari melakukan pengumpulan dengan cara-cara mereka makan putar yang menurut saya tidak wajar.

Saya berusaha menyesuaikan diri di tahap ini, tapi masalah demi masalah silih berganti menghampiri saya jujur saja ditahap ini banyak bertemu dengan masalah baik itu masalah internal maupun eksternal. Masalah ini berupa ketidaknyamanan saya di angkatan saya sendiri sampai tugas-tugas kuliah yang lumayan terganggu dengan kegiatan ini, sampai saya sempat berpikir untuk mundur dari pra pengaderan ini tapi saya berpikir jika saya mundur dan lari dari masalah itu sama saja dengan membuang malu diri sendiri.

Melanjutkan tahap ini saya putuskan untuk tetap bertahan dan berproses didalamnya saya lalui segala pahit manisnya proses yang ada didalamnya sampai hati saya yakin dan berkata saya siap untuk kedepannya.  hari demi hari di self introduction program saya mulai menikmati walau dengan aturan yang aneh yang dimana saya diharuskan memakai pakaian hitam putih dengan sepatu hitam yang beralas tinggi yang sampai sekarang saya bingung sebenarnya esensinya apa memakai baju seperti itu, kalau untuk alasan keseragaman, persamaan atau sebagainya kan tidak harus dengan memakai pakaian atau tampilan seperti itu, indonesia saja beraneka ragam tapi Cuma dia atur dengan bhineka tunggal ika karena masyarakat sadar kalau bersama itu tidak harus sama, tapi sudahlah semuanya sudah terjadi pasti ada hikmah dibalik itu.

Tidak terlepas dari itu jika saya tadi mengomentari tentang sisi negatifnya sebenarnya lebih banyak pelajaran yang bisa saya ambil dari hal ini karena disini saya dituntut kritis dan berintelktual kata senior.. 😀 tapi saya percaya akan hal itu karena saya dituntut untuk terus belajar dan membaca buku yang kemudian akan di evaluasi oleh kanda arina nandayu armin yang pada saat itu sebagai korlabnya dekrit.  Membaca buku sebagai hukuman atas kesalahan menurut saya merupakan sikap yang sangat tepat, selain hukuman yang sifatnya membangun hukuman seperti ini juga sangat membantu mahasiswa yang jarang membaca sehingga dengan kebiasaan seperti ini diharapkan kebiasaan ini akan terus berlanjut untuk kedepannya.  Sampai tiba saatnya pengkaderan sesungguhnya akan dimulai, persiapan demi persiapan disiapkan oleh anggota dan teman-teman yang lain saya kurang berkontribusi diangkatan saya pada saat itu dan saya sadari hal itu..:[ hal ini dipicu karena kurangnya keharmonisan di angkatan kami dan yang paling tidak saya suka diangkatan saya ialah orang yang ingin dekat dengan senior dengan cara mencari muka ataupun sok-sokan di depan senior, tapi sudahlah karena prinsip dan perilaku manusia memang tidak ada yang sama dan saya maklum akan hal itu.

Persiapan siap dan pada hari yang telah ditentukan saya dan teman-teman yang lain berangkat ke sudiang untuk tiba disuatu tempat yang kalau saya lihat seperti tempat tua dan kami bermalam beberapa hari untuk menjalani agenda-agenda puncak dari pengaderan tahap ke-2 ini.  Disana saya diberi materi dan wejangan-wejangan dan saya masih ingat saat itu pematerinya adalah dosen dari politik sendiri yaitu kak icul begitu senior memanggilnya, senior hadir dan coba bermain-main mainan aneh dengan kami yang mainannya adalah kumur-kumur bersama yang menurut saya sangat keterlaluan hingga saya saat itu muntah melihat teman yang lain berkumur bergantian disatu wadah. Kami lanjutkan kegiatan sampai hari terakhir yang dimana kami di bariskan di lapangan dekat gedung tua kemudian hujan yang terus mengguyur serta permainan aneh yang membuat kami harus berlari ditengah hujan itu. Selesai itu kami melanjutkan untuk bersih-bersih dan bersiap untuk mengakhiri kegiatan dengan persembahan yel-yel setiap kelompok dan video-video yang membuat kami tertawa sejenak. Setelah itu kami pun pulang dengan mobil yang tidak cukup untuk mengantar kami untuk pulang sampai saya pada saat itu naik grab menuju pulang dengan beberapa teman.

– Muh. Sulfihidayatullah

 

Author: himapol

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2018 H I M A P O L | Design by ThemesDNA.com
top