Menulis Untuk Perubahan

sumber gambar: google

 

Saya peranh membaca kalimat “Kita menulis untuk merasakan kehidupan dua kali, pada saat itu, dan ketika kita mengingatnya di dalam tulisan kita.” Serta yang paling saya ingat adalah kalimat yang dilkeluarkan oleh penulis terkenal  yakni Franklin yang berkata “Jika Anda ingin diingat orang setelah Anda tiada, maka tulislah sesuatu yang patut dibaca atau berbuatlah sesuatu yang patut diabadikan.” sangat penting bagi kita untuk menulis. Kita menulis untuk mengirim pesan, Dengan menulis, kita memperoleh ruang untuk mengekspresikan pemikiran kita, termasuk di dalamnya harapan dan ketakutan di dalam hidup kita. Menulis adalah sebuah wadah, tempat kita menemukan jati diri kita, tanpa ada kekangan dari siapapun dan pihak apapun. Menulis seperti menatap langsung segala derita dan kejahatan yang pernah kita alami di dalam hidup. Ia mempunyai dampak menyembuhkan. Dengan menulis, kita menciptakan jarak dan semua perasaan maupun emosi kita. Jarak inilah yang kemudian menyembuhkan. Setelah itu, batin kita pun berubah. Ada perasaan lega yang muncul, ketika kita menulis dengan jujur, apa yang menjadi harapan dan kekecewaan kita.

Dalam konteks perubahan sosial, menulis berarti berani mengungkap kebenaran, berani bersikap kritis menanggapi ketidakadilan sosial yang terjadi. Di dalam politik, menulis bisa menjadi pemicu perubahan besar, seperti revolusi atau reformasi radikal. Memicu lahirnya gerakan yang menyebarkan inspirasi ke seluruh dunia. Begitu banyak contoh atas hal ini, mulai dari reformasi Gereja, revolusi Prancis, sampai dengan musim semi Arab yang masih penuh ketegangan sekarang ini. Bisa dibilang, menulis adalah salah satu persyaratan bagi lahirnya “yang politis” (das Politische) itu sendiri. Namun, kita tidak bisa sembarang menulis. Tulisan yang tidak dimengerti tidak akan banyak gunanya bagi kehidupan kita, maupun orang lain. Maka, di dalam menulis, kita harus memegang prinsip, bahwa kita menulis untuk semua orang. Usahakan bahkan anak kecil pun bisa mengerti tulisan kita, tanpa kesulitan. Di dalam menulis, kita juga perlu menggunakan kalimat efektif. Kalimat efektif adalah kalimat-kalimat singkat dengan menjauhi berbagai penggunaan kata serapan yang tak diperlukan. Melalui kumpulan kalimat efektif tersebut, pandangan lama dipatahkan, dan pandangan baru ditawarkan. Ia membuka mata, sekaligus melepaskan kita dari kesalahpahaman. Di dalam menulis, kita juga perlu untuk melepaskan “keinginan yang berlebihan” untuk menulis. Kita perlu menulis, tanpa menulis, dan membiarkan aliran ide dan kata menggerakan tangan kita.

Ditulis Oleh MFH

Editor Tim Redaksi Melawan

Author: himapol

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2018 H I M A P O L | Design by ThemesDNA.com
top